Eucheuma cottonii merupakan salah satu jenis makroalga merah yang berubah nama menjadi Kappaphycus alvarezii karena karaginan yang dihasilkan termasuk fraksi kappa- karaginan. Pada penelitian ini metode ekstraksi yang digunakan adalah metode ekstraksi konvensional yakni maserasi dan metode ekstraksi modern yaitu ultrasound assisted extraction (UAE). Senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak metanol Eucheuma cottonii pada metode ekstraksi maserasi adalah: steroid. Sedangkan pada metode ekstraksi ultrasound assisted extraction adalah: flavonoid, saponin, steroid, triterpenoid. Pada penelitian ini juga dilakukan skrining fitokimia dengan pengujian warna yang menggunakan suatu pereaksi warna setelah itu dilakukan uji toksisitas dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil nilai rendemen yang dihasilkan dari metode ekstraksi maserasi memiliki nilai tertinggi pada hari ketiga yakni 20,0 % sedangkan nilai rendemen tertinggi dari metode ekstraksi UAE yakni pada waktu ke 30 menit dengan nilai rendemennya adalah 32,1 %. Hasil perhitungan nilai LC50 ekstrak metanol dari makromakroalga Eucheuma cottonii yang bersifat sangat toksik terhadap larva Artemia salina Leach yaitu 82,036 μg/mL dari metode ultrasound assited extraction dan bersifat toksik terhadap larva Artemia salina Leach yaitu sebesar 253,294 μg/mL dengan metode maserasi menggunakan aplikasi SPSS IBM statistic 26 , sehingga dapat disimpulkan ekstrak metanol Eucheuma cottonii bersifat sangat toksik dan toksik terhadap larva Artemia salina Leach dan berpotensi sebagai antisitotoksik.