p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ZOOTEC
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis pendapatan usaha ternak sapi di Desa Molompar Utara Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara Boham, M.Y; Wantasen, E; Santa, N.M
ZOOTEC Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.44.2.2024.56119

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pendapatan usaha ternak sapi serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilaksanakan di Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara, lokasi tersebut ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan memelihara minimal 1 ekor ternak sapi dan pernah menjual ternak sapi dalam 1 tahun terakhir. Berdasarkan kriteria tersebut dipilih sebanyak 30 peternak secara sengaja. Variabel yang digunakan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara, biaya pakan hijauan dan harga jual ternak sapi. Selanjutnya digunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah pendapatan pada usaha ternak sapi sebesar Rp29.891.719/tahun/peternak dengan pemeliharaan 4 ekor/peternak. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara, biaya pakan hijauan dan harga jual ternak sapi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pendapatan usaha ternak sapi serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilaksanakan di Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara, lokasi tersebut ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan memelihara minimal 1 ekor ternak sapi dan pernah menjual ternak sapi dalam 1 tahun terakhir. Berdasarkan kriteria tersebut dipilih sebanyak 30 peternak secara sengaja. Variabel yang digunakan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara, biaya pakan hijauan dan harga jual ternak sapi. Selanjutnya digunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah pendapatan pada usaha ternak sapi sebesar Rp29.891.719/tahun/peternak dengan pemeliharaan 4 ekor/peternak. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara, biaya pakan hijauan dan harga jual ternak sapi. Kata kunci: ternak sapi, pendapatan, pakan, harga  
Analisis kelayakan finansial usaha peternakan babi di kecamatan kalawat kabupaten minahasa utara (studi kasus) Santa, N.M; Waleleng, P. O. V.; Manese, M.A.V
ZOOTEC Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.45.1.2025.60602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha peternakan babi di Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Kuwil Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan studi kasus. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Sampel penelitian ditentukan secara purposive sampling berdasarkan pertimbangan bahwa memiliki jumlah populasi pada Tahun 2021 sebanyak 2.102 ekor ternak babi dengan pemeliharaan secara intensif dengan tujuan untuk memudahkan peternak dalam mengontrol dan memberikan pakan. Berdasarkan penelitian bahwa hasil analisis Net B/C Ratio sebesar 1,2  dan NPV sebesar Rp5.352.834.670, IRR sebesar 21,3% > tingkat suku bunga bank yang berlaku Kata kunci : peternakan babi, kelayakan finansial, biaya  
Struktur biaya produksi usaha budidaya maggot Black Soldier Fly (studi kasus) Sinaga, J.; Santa, N.M; Wantasen, E
ZOOTEC Vol. 46 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.46.1.2026.66386

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur biaya produksi usaha budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) pada Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki (PPST), Minahasa Utara, sebagai bagian dari pengelolaan limbah organik dan penyediaan pakan alami (enrichment) bagi satwa rehabilitasi. Penelitian dilaksanakan pada 1 September–31 Oktober 2025 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada satu siklus produksi (43 hari), kemudian dianalisis secara deskriptif dan matematis untuk menghitung biaya tetap, biaya variabel, dan total biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya produksi terdiri atas biaya tetap (bibit dan penyusutan aset) serta biaya tidak tetap (biaya operasional). Total biaya produksi per siklus sebesar Rp2.119.176, yang tersusun dari biaya tetap Rp675.426 (31,87%) dan biaya tidak tetap Rp1.443.750 (68,13%). Temuan ini menunjukkan bahwa biaya produksi didominasi oleh biaya variabel, sehingga pengendalian biaya operasional menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi usaha budidaya maggot BSF. Selain aspek ekonomi, pemanfaatan budidaya maggot BSF di PPST memberikan manfaat lingkungan dan konservasi, yaitu berkontribusi pada pengelolaan sampah organik melalui proses biokonversi, menyediakan pakan alami bagi satwa rehabilitasi, serta menghasilkan residu biokonversi (kasgot) yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan budidaya maggot BSF pada unit usaha sejenis yang mengintegrasikan efisiensi biaya, pengelolaan limbah, dan keberlanjutan. Kata kunci : maggot Black Soldier Fly (BSF), struktur biaya produksi, biaya tetap, biaya variabel, biokonversi limbah organik.