Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ALAM SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN Kelvin, Kelvin Khoidir; Muhammad Erik Raditya; Ardika Chandra Winata; Salman Alfarissi; Khairulduha, Khairulduha
Jurnal Teknik dan Science Vol. 3 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Teknik dan Science
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jts.v3i2.1525

Abstract

Renewable energy can be made through an analysis process carried out by experts so that it becomes energy that is widely used by the wider community. And basically fossil energy has almost run out in this world so experts want to make new energy through the use of resources in nature so that fossil energy will be left behind and then energy in nature will be used to make new environmentally friendly energy such as electrical energy. Then the electrical energy will be used for the wider community as its function is the same as fossil energy so that the use of fossil energy will be abandoned slowly.
Analisa Jumlah Produk Cacat Untuk Meningkatkan Jumlah Produksi Lampu Halogen Dengan Metode Quality Control Circle Muhammad Erik Raditya; Fitri Khoiriah Harahap; Ardika Chandra
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i2.4790

Abstract

metode Quality Control Circle (QCC) dalam menurunkan jumlah produk cacat pada proses produksi lampu halogen. Tujuan utama penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan cacat produksi, menganalisis penerapan metode QCC, dan mengukur peningkatan kualitas produksi setelah implementasi perbaikan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Act) dalam kerangka QCC. Data dikumpulkan selama periode 6 bulan di PT. Lumina Teknologi Indonesia dengan menganalisis 12.450 unit sampel lampu halogen. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan tingkat kecacatan produk dari 7,32% menjadi 2,15% setelah implementasi QCC, dengan peningkatan output produksi sebesar 14,8%. Faktor-faktor dominan penyebab cacat adalah ketidaksesuaian material filamen (37,4%), kesalahan pengaturan mesin (28,3%), dan proses pengemasan yang tidak standar (18,6%). Penelitian ini membuktikan bahwa metode QCC dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi jumlah produk cacat dan meningkatkan produktivitas dalam industri manufaktur lampu halogen.