Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA ANAK DENGAN MEDIA BONEKA TANGAN PADA KELOMPOK B TK TARUNA BANGSA SENTUL-BOGOR Arlinah, Arlinah
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 2 (2023): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/albanna.v3i2.2659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bercerita dengan menggunakan media boneka tangan pada anak kelompok B TK Taruna Bangsa, Sentul-Bogor, Tahun Ajaran 2022/2023. Media boneka tangan dipilih karena pada dasarnya anak senang mendengarkan cerita. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian berjumlah 18 anak yang terdiri dari 11 anak laki – laki dan 7 anak perempuan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan bercerita anak. Pada pra siklus sebesar 83,3% yang berada pada kriteria Belum Berkembang (BB), pada siklus I dilakukan tindakan melalui media boneka tangan meningkat menjadi 55,56% pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan meningkat pada siklus II menjadi 88,89% pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan bercerita anak usia 5-6 tahun dengan media boneka tangan. This research aims to improve storytelling skills by using hand puppet media on children of group B TK Taruna Bangsa, Sentul-Bogor, School Year 2022/2023. The hand puppet are chosen for the media because basically children enjoy listening to stories. This research method uses Class Action Research. The subjects were 18 children, consisting of 11 boys and 7 girls. Data analysis techniques are descriptive analysis techniques. The results of this study show that hand puppet media can improve a child’s ability to tell stories. In the pre-cycle of 83.3% which is on the criterion of Undeveloped (BB), in the cycle I performed action through the media of the hand puppet and increased to 55.56% in the criteria of Growing According to Expectation (BSH), and increased in the second cycle to 88.89% in criteria (BSB). Based on the results of this study, it showed that there was an improvement in the ability of 5-6-year-olds to tell stories with the media of hand puppet.
Negotiating the Sacred and the Profane: The Kase Nae Tiang Alif Ritual of the Makeang People Arlinah, Arlinah; Rahman , Safrudin Abd; Karman, Andi Sumar
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v10i2.47173

Abstract

Studies on local Islam in Indonesia have predominantly focused on Java and other major islands, leaving limited attention to the dynamics of Islamic practice in Eastern Indonesia. This article deals with a religious ritual of Makeang community by examining the Kase Nae Tiang Alif ritual as an expression of syncretic religiosity. The ritual, which is part of a mosque construction procession, merges sacred elements—such as prayers led by a hakim syara (Islamic judge)—with profane performances like the ronggeng togal dance. This ethnographic study was conducted in Ngofabobawa Village, Malifut District, North Maluku Province, between 2016 and 2019, employing participant observation and in-depth interviews with 23 informants of diverse backgrounds. The research findings show that the Kase Nae Tiang Alif ritual reflects the community’s negotiation between Islamic values, local cosmology, and ecological relationships. It serves not only as a religious act, but it also as a mechanism for communal solidarity and cultural continuity. The sacralization of the Tiang Alif (sacred pillar) demonstrates that local religiosity is rooted in symbolic practices that merge the divine and the material worlds. It is argued in this article that the ritual represents a space of negotiation between sacred and profane domains in the formation of local Islamic identity. This negotiation occurs through community participation, sensory expressions, and symbolic performances.
PENGEMBANGAN MEDIA LITERASI SAMPAH UPAYA PENINGKATAN KESADARAN DI LINGKUP SIVITAS AKADEMIKA FIB UNKHAIR Arlinah, Arlinah; Pramuji, Noor Fahmi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24433

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatari munculnya persoalan persampahan di lingkungan Universitas Khairun khususnya Fakultas Ilmu Budaya. Persoalan tersebut yakni (1) rendahnya kesadaran sivitas akademika terkait pengelolaan sampah, (2) masih minimnya literasi keberlanjutan lingkungan, (3) belum adanya perencanaan pengelolaan sampah, (4) pemahaman minim terkait pengelolaan sampah melalui pentingnya mengurangi dan mengolah sampah, serta (5) belum adanya edukasi langsung melalui best practice pengolahan sampah di lingkungan kampus. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) untuk meningkatkan literasi pengelolaan sampah di lingkungan sivitas akademika FIB; (2) sebagai upaya mengurangi jumlah sampah plastik maupun kertas yang diangkut ke TPA maupun dikelola dengan pembakaran; (3) sebagai sarana peningkatan kesadaran terhadap perilaku maupun persepsi terhadap sampah dalam lingkup sivitas akademika FIB. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah pembuatan media edukasi sampah di lingkungan sivitas akademika FIB Unkhair. Media edukasi dimaksud antara lain berupa papan edukasi sampah KLiSa (Kotak Literasi Sampah), pembuatan tempat sampah terpilah, dan pelatihan pembuatan video edukasi sampah.