Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fandom Digital Sebagai Digital Labour: Antara Prosumer Dan Eksploitasi Kapitalis Vannyora Okditazeini
Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/wz2y9h55

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menelaah peleburan budaya produsen ke konsumen atau yang dikenal dengan istilah prosumer dari fenomena fandom di kalangan anak muda. Poin terpenting dari artikel ini menitikberatkan pada analisis terhadap aktivitas fandom sebagai produsen makna yang mengartikulasikan dan membuat makna sendiri serta bagaimana fandom menjadi proyek eksploitasi dari produsen industri hiburan untuk tetap mendapatkan keuntungan, yang akan dielaborasi dengan konsep digital labour dari Christian Fuchs. Aktivitas ini terlihat dalam berbagai fansite yang mereka produksi sendiri sebagai bentuk loyalitas terhadap selebritas yang mereka sukai, diantaranya: fanbase dan fanfiction. Tulisan ini merupakan tulisan konseptual dengan menggunakan meta-sintesis dengan cara merangkum hasil-hasil penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Observasi tulisan ini menunjukkan bahwa beberapa bentuk digital labor yang dilakukan fans diantaranya: (1) pembuatan fansite oleh fans; (2) agen dan distributor dalam penjualan merchandise; (3) penjualan foto candid; (4) fan fiction; (5) penggiring opini dan mobilisasi fans; (6) memperluas rekognisi; dan (7) melakukan voting global untuk berbagai penghargaan musik.
PENYEBARAN KONTEN PORNOGRAFI MELALUI TELEGRAM BERBASIS KODE (STUDI FENOMENOLOGI PADA CHANNEL KODE NUKLIR) Nilam Putri Kirana; Vannyora Okditazeini
KINEMA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Vol. 2 No. 2 (2023): KINEMA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/kinema.v2i2.10875

Abstract

The dissemination of pornographic content through Telegram, based on codes,makes it easier for users to enjoy such content without fear of detection by third parties.This research is motivated by the numerous crimes and sexual violence incidents attributedto excessive pornography consumption. The aim of this study is to examine how this contentis generated, distributed, consumed, and to understand the significance of using nuclearcodes among Otaku. This qualitative descriptive research utilizes a phenomenological studymethod. The findings of this research indicate that nuclear codes are not generatedmanually but automatically from content provider servers. The distribution of nuclear codesfollows a cyclic pattern, while the consumption of nuclear codes aligns with the Diffusion ofInnovations theory stages: awareness, evaluation, trial, and adoption. The meaningsattributed to their use include personal satisfaction, fetish, and incognito browsing.Interestingly, the largest consumption of these codes is associated with yaoi/boys love genrecontent.