Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MENINGKATKAN PENGETAHUAN HUKUM SECARA DINI PADA ANAK-ANAK MARJINAL DI SEKOLAH GRATIS MASTER DEPOK Ernawati, Ernawati; Baharudin, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe existence of marginal groups such as street children, singers, beggars and hawkers from year to year increase. Ironically, most of them belonging to children under age for work. They are scattered in various strategic locations, such as around the traffic light, strip malls, as well as a place that became the center of the crowd. But unfortunately, the existence of those who work in the street can disturb the tranquility and safety of others including himself, and therefore their existence is often pursued by Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja). Therefore, many street children are traumatized and antipathy towards the government. It is this attitude that led to later acts disorderly and it is feared will lead to criminal acts such as stealing, impose, fighting, drugs, and the others. The purpose of this public service activities is to provide knowledge of the legal and ethical education of children in the elementary level of marginal Sekolah Gratis Master Depok. The method of implementation of these activities in the form of extension to provide an overview and explanation of some of the events of the empirical experienced by street children as well as sanctions of criminal threatening, as well as provide examples of good behavior when they are at school, at home, or outside the home. The results of this public service activities is the transfer of knowledge about the legal knowledge and ethical education when they interact with others in the school, home, or in their neighborhood for a living. The conclusion of this activity is the increased understanding of the legal and ethical when they are at home, school and place them earn a living. It can be detected by the question and answer session at the time of the extension took place.Keywords: street children, understanding of the law, ethics educationAbstrakKeberadaan kaum marjinal seperti anak-anak jalanan, pengamen, pengemis dan pengasong dari tahun ke tahun semakin bertambah. Ironisnya sebagian besar dari mereka tergolong anak-anak di bawah umur untuk bekerja. Mereka tersebar di berbagai lokasi strategis, seperti disekitar lampu merah, terminal, mall-mall, serta beberapa tempat yang menjadi pusat keramaian. Namun sayangnya, keberadaan mereka yang bekerja di jalanan tersebut dapat mengganggu ketentraman dan keselamatan orang lain termasuk dirinya sendiri, oleh sebab itu keberadaan mereka sering dikejar-kejar oleh  Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja). Oleh karena itu, banyak anak-anak jalanan yang menjadi trauma dan antipati terhadap pemerintah. Sikap inilah kemudian yang memunculkan tindakan-tindakan yang tidak tertib dan dikhawatirkan akan menjurus ke tindakan kriminal seperti mencuri, memalak, berkelahi, memakai narkoba, dan lain sebagainya. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan hukum dan pendidikan etika pada anak-anak marjinal  tingkat Sekolah Dasar di Sekolah Gratis Master Depok. Metode pelaksanaan kegiatan ini berbentuk penyuluhan dengan memberikan gambaran dan penjelasan beberapa kejadian-kejadian empirikal yang dialami oleh anak jalanan beserta sangsi-sangsi pidana yang mengancamnya, serta memberikan contoh-contoh perilaku yang baik ketika mereka berada di sekolah, dirumah, maupun di luar rumah. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya transfer pengetahuan tentang pengetahuan hukum dan pendidikan etika ketika mereka berinteraksi dengan orang lain di sekolah, rumah, maupun di lingkungan mereka mencari nafkah. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pemahaman hukum dan etika saat mereka berada di rumah, sekolah dan tempat mereka mencari nafkah. Hal ini dapat diketahui dengan adanya tanya jawab pada saat penyuluhan tersebut berlangsung.Kata kunci: anak jalanan, pemahaman hukum, pendidikan etika  
PENINGKATAN KESADARAN SANTRI TERHADAP PERILAKU GHASAB DAN PEMAKNAANNYA DALAM HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF Ernawati, Ernawati; Baharudin, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe behavior of the ghasab is generally said to have entrenched the environment of boarding school, it implies that the act of using the property of others illegally for self-interest has often happened and both the students, teachers and administrators have considered this as something normal and common in their environment, can not be separated from one of them is students of Al-Mansyuriyah boarding school. The purpose of this activity is to give full understanding to students to reduce, eliminate and even break the chain of ghasab culture in environment of boarding school and also remind every ghasab behavior never justified in the teachings of Islam and also the rule of law in our country. Method of implementation of this activity through presentation, lecture, and reciprocal interaction between students with sources for 30 minutes in the hall of boarding school Al-Mansyuriyah. The result of this activity is the absorption of understanding about the impact of ghasab behavior, either from the meaning of Islamic law as well as state law and also the long-term impact of ghasab behavior for the character formation in the future. Keywords: students, ghasab, boarding school AbstrakPerilaku ghasab secara umum dikatakan sudah membudaya dilingkungan Pondok Pesantren, hal ini mengandung pengertian bahwa tindakan mempergunakan milik orang lain secara tidak sah untuk kepentingan sendiri sudah sering terjadi dan baik para santri, ustadz maupun pengurus pun sudah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang wajar dan umum terjadi di lingkungan mereka, tidak terlepas dari salah satunya yaitu santri Pondok Pesantren Al-Mansyuriyah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman sepenuhnya kepada santri untuk mengurangi, menghilangkan bahkan memutuskan mata rantai budaya ghasab dilingkungan asrama pesantren dan juga mengingatkan kembali setiap perilaku ghasab tidak pernah dibenarkan dalam ajaran agama Islam dan juga peraturah hukum di negara kita. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui presentasi, ceramah, dan interaksi timbal balik antara santri dengan narasumber selama 30 menit di aula Pondok pesantren Al-Mansyuriyah. Hasil kegiatan ini adalah adanya penyerapan pemahaman tentang dampak yang ditimbulkan dari perilaku ghasab, baik itu dari pemaknaan hukum Islam maupun hukum negara dan juga dampak jangka panjang perilaku ghasab bagi pembentukkan karakter dikemudian hari. Kata kunci: santri, ghasab, pesantren
UPAYA MENINGKATKAN ADAB DAN ETIKA BICARA SECARA ISLAMI PADA ANAK MINORITAS DI SEKOLAH MASTER DEPOK Ernawati, Ernawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humans have many abilities compared to other creatures. One of the advantages of human being is writing and speaking. It is these two abilities that enable humans to form civilizations from time to time. Speaking is easier to interact with other people than writing. Because it is too easy to do, humans often release when talking, especially when humans are in an unstable emotional state. Consequently, in everyday human interactions there are frequent disputes and hostilities. The way humans speak is influenced by many things including background, education, the environment, and others. It is these factors that determine the persons etiquette and ethics when speaking. Therefore, good habit of speaking should be familiarized by someone since early, because this habit will affect the quality of someone later in interacting with others. The purpose of this activity is to provide knowledge of how to speak good and true to others, in accordance with etiquette and ethics of Islam. Method of implementation of this activity through the presentation, lecture, and interaction between students with a source for 30 minutes at the School Master Depok. The result of this activity is the absorption of knowledge about etiquette and ethics of speaking to others in an Islamic way. The conclusion of this devotional activity, namely the presence of some students who often speak harshly to his friends already know that the way of speaking is wrong and they will change it. Keywords: etiquette, ethics, speakingManusia mempunyai banyak kemampuan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Salah satu kelebihan manusia tersebut yaitu menulis dan berbicara. Dua kemampuan tersebutlah yang membuat manusia dapat membentuk peradaban dari masa ke masa. Berbicara lebih mudah dilakukan dalam berinteraksi dengan orang lain dibandingkan menulis. Karena terlalu mudah dilakukan, manusia sering  kelepasan saat berbicara, apalagi saat manusia tersebut dalam kondisi emosi tidak stabil. Akibatnya, dalam interaksi manusia sehari-hari sering terjadi perselisihan dan permusuhan.Cara berbicara manusia dipengaruhi banyak hal antara lain latar belakang, pendidikan, lingkungan, dan lain-lain. Faktor tersebutlah yang menentukan adab dan etika seseorang ketika berbicara. Oleh sebab itu kebiasaan berbicara yang baik harus dibiasakan oleh seseorang sejak dini, karena kebiasaan inilah yang akan mempengaruhi kualitas seseorang nantinya dalam berinteraksi dengan orang lain. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan cara berbicara yang baik dan benar kepada orang lain, sesuai dengan adab dan etika islam. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui presentasi, ceramah, dan interaksi timbal balik antara siswa dengan narasumber selama 30 menit di Sekolah Master Depok. Hasil kegiatan ini adalah adanya penyerapan pengetahuan tentang adab dan etika berbicara kepada orang lain secara islami. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini, yaitu adanya beberapa siswa yang sering berbicara kasar kepada teman-temannya telah mengetahui bahwa cara berbicaranya tersebut salah dan mereka akan merubahnya. Kata kunci: adab, etika, berbicara
SOSIALISASI UPDATING DATA PUBLONS, RESEARCHER ID, ORCID DALAM MENDUKUNG PEMERINGKATAN SINTA UNIVERSITAS Baharudin, Erwan; Ernawati, Ernawati; Cahyadi, Lukman; Mulyani, Erry Yudhya
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 7, No 04 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v7i04.4663

Abstract

Lecturers' activities in addition to teaching, researching and conducting community activities, must also publish the results of research and community service in journals and proceedings. It aims to find out whether the article is read or quoted by other people. To find out if our writing is quoted by others, it takes several ID accounts that support the publication in Sinta. The more our articles are cited, the higher the university ranking will be. Currently, the Ministry of Education and Culture urges lecturers to update the ID publons, researcher ID, Orcid, and Garuda because the current version 2 sinta system will be migrated to the latest version, namely version 3. However, many lecturers do not know and do not understand how how to update existing data in Sinta. The purpose of this community service is to provide knowledge and willingness of lecturers to update the ID supporting publications. The method of implementing this activity uses a zoom application with a capacity of 100 participants and the material is in the form of a power point slide. The result of this community activity is the updating of supporting ID for lecturer publications and increasing the knowledge of lecturers in updating data. The conclusion of this activity is that the lecturers at Esa Unggul University have updated the ID data supporting their respective publications in accordance with the recommendations of the Ministry of Education and Culture in the context of migrating the Sinta system version 2 to version 3.Keywords : Updating data, data migration, university ranking
PENGENALAN JENIS REPTILE DI SEKOLAH KREATIVITAS ANAK NUSANTARA PADA ERA PANDEMIK Mulyani, Erry Yudhya; Baharudin, Erwan; Ernawati, Ernawati; Cahyadi, Lukman; Ramadhan, Yanuar
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 7, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v7i2.4033

Abstract

The period from November to the end of March is the process of laying eggs to the hatching of snakes. After hatching, they will scatter in the environment to find food and survive. So it is not surprising that during that month many snakes enter residential settlements. The purpose of holding this community service activity is to provide knowledge related to the existence and ins and outs of several reptiles that live and breed in an environment close to humans. The scope of this research was conducted on teachers and students at the Sekolah Kreativitas Anak Nusantara in Jagakarsa, South Jakarta. This method of implementing community service activities was carried out during the pandemic, so that this activity was not carried out face-to-face with students, but was carried out through recordings with several school teachers. The results of this recording will then be shared with online media which the students of this school participated in. This activity takes place on November 13, 2020, from 08.00 to 12.00. The result of this community service activity is the transfer of knowledge related to the ins and outs of reptiles in the environment so that it is hoped that values can be manifested in local wisdom from an early age in students and teachers of the Sekolah Kreativitas Anak Nusantara. This activity concludes that the teachers who were in the location where the video was taken of this activity could identify and handle reptiles, especially snakes that enter the settlement. However, the drawback of this activity is the lack of interaction between the material giver with students and teachers because this activity does not take place face-to-face. Keywords: Reptile introduction, reptile handling, pandemic era education Periode bulan November sampai dengan akhir Maret merupakan proses bertelur sampai dengan penetasan ular. Setelah menetas, mereka akan berpencar di lingkungan untuk mencari makan dan bertahan hidup. Jadi tidaklah mengherankan apabila pada periode bulan tersebut banyak dijumpai ular-ular yang masuk ke dalam pemukiman perumahan. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait dengan keberadaan dan seluk beluk beberapa reptile yang hidup dan berkembang biak di lingkungan yang berdekatan dengan manusia. Lingkup penelitian ini dilakukan kepada para guru dan murid di Sekolah Kreativitas Anak Nusantara yang berada di Jagakarta Jakarta Selatan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada masa pandemi, sehingga kegiatan ini tidak dilakukan secara tatap muka dengan para siswa, melainkan dilakukan melalui rekaman dengan beberapa guru sekolah. Hasil rekaman ini kemudian akan di share ke media online yang diikuti oleh para siswa sekolah ini. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 13 November 2020, pukul 08.00 sampai dengan 12.00. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu adanya transfer pengetahuan terkait dengan seluk beluk reptile yang ada dilingkungan, sehingga diharapkan terbentuknya nilai-nilai yang terwujud dalam kearifan lokal sejak dini pada siswa maupun guru Sekolah Kreativitas Anak Nusantara tersebut. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah para guru yang berada ditempat pengambilan video kegiatan ini dapat mengidentifikasi dan menangani reptile khususnya ular yang masuk ke pemukiman. Namun, kekurangan dari kegiatan ini adalah kurangnya interaksi antara pemberi materi dengan siswa dan guru karena kegiatan ini tidak berlangsung secara tatap muka. Kata kunci: Pengenalan reptile, Penanganan reptile, edukasi era pandemi
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENTINGNYA UPDATING DATA SINTA MELALUI EDUKASI ONLINE DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS Baharudin, Erwan; Ernawati, Ernawati; Arianto, Henry; Cahyadi, Lukman; Ramadhan, Yanuar
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 4 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i4.3631

Abstract

The spread of the COVID-19 is the cause of death with the highest number in the world so that the government enforce work from home rule.The work from home rule causes activities such as teaching and learning, training, and seminar conducted via online education. The purpose of this activity is to educate online about the importance of updating data in sinta. The method of activity is carried out with socialization (lecture) and FGD (Focus Group Discussion). The target of this activity is the campus community consisting of staff-bureaus, lecturers, and the rest of the university staff. The number of participants who participated was 79 people. Most were from the faculty of health sciences (25.3%), law (15.2%), economics and business (13.9%), psychology and engineering (11.4%). The results of the socialization showed that most participants understood about the importance of updating data in sinta; knowledge (good) 51.9%. The results of the FGD showed that participants mainly discussed the creating a sinta account (25%), synchronizing data from old institution to new institution (25%), consulting services in sinta (37.5%), and classifying expertise or research themes in sinta (12.5%). As many as 100% expressed an understanding about updating data in sinta. This activity increased knowledge about the importance updating data in sinta by 48.1%. Thus, it is important to carry out an educational activities especially with online methods routinely and periodically in an effort to increase knowledge regarding the conditions of the pandemic.  Keywords: Online Education, COVID-19, Knowledge, Sinta
PENINGKATAN PENGETAHUAN HUKUM PERJANJIAN KERJA DI DESA MEKAR BUANA KABUPATEN KARAWANG Suprayogi, Agus; Olivia, Fitria; Arianto, Henry; Ernawati, Ernawati; Baharudin, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i2.3170

Abstract

AbstractLegal protection for workers is the fulfillment of the basic rights inherent and protected by the constitution as regulated in Article 27 paragraph (2) of the 1945 Constitution "Every citizen has the right to work and a decent living for humanity". Violation of basic rights protected by the constitution is a violation of human rights. Generally, violations of the law against workers, occur in the area or village, because in general workers' knowledge of labor law is relatively lacking. One of them is in Mekarbuana Village, Karawang Regency. This is the reason that makes us, the lecturers at Esa Unggul University, interested in making community service in Mekarbuana Village, Karawang Regency. The method of implementation is initiated by seeking information from informants in the village, then observing the village, then ending with legal counseling in the field of labor, according to what they need. It is expected that after this counseling, knowledge to the public about the rights and obligations of workers and employers will increase so as to create mutual understanding between workers and employers in order to prevent industrial relations disputes. The conclusion we get, so far they still do not get what they are entitled to, especially in the field of Specific Time or Honorary Workers. Keywords: Increased knowledge, work agreements, mekarbuana village AbstrakPerlindungan hukum terhadap Pekerja merupakan pemenuhan hak dasar  yang melekat dan dilindungi oleh konstitusi sebagaimana yang diatur di dalam  Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 “Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan  penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Pelanggaran terhadap hak dasar yang dilindungi konstitusi  merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Umumnya pelanggaran hukum terhadap pekerja, terjadi di daerah atau desa, dikarenakan umumnya pengetahuan pekerja terhadap aturan hukum tenaga kerja relatif masih kurang. Salah satunya adalah di Desa Mekarbuana, Kabupaten Karawang.  Alasan inilah yang membuat kami, para dosen di Universitas Esa Unggul, tertarik untuk membuat pengabdian masyarakat di Desa Mekarbuana, Kabupaten Karawang, tersebut. Adapun metode pelaksanaannya adalah diawali dari pencarian informasi dari narasumber di desa tersebut, lalu observasi di desa tersebut, barulah di akhiri dengan penyuluhan hukum di bidang tenaga kerja, sesuai dengan yang mereka butuhkan. Diharapkan setelah penyuluhan ini, pengetahuan kepada masyarakat mengenai hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha makin bertambah sehingga tercipta saling pengertian antara Pekerja dan pengusaha guna mencegah terjadinya perselisihan hubungan industrial. Kesimpulan yang kami dapatkan, mereka selama ini masih belum mendapatkan apa yang menjadi hak mereka, khususnya di bidang Pekerja Waktu Tertentu atau Honorer. Kata kunci: Peningkatan pengetahuan, perjanjian kerja, desa mekarbuana
PENINGKATAN KESADARAN SANTRI TERHADAP PERILAKU GHASAB DAN PEMAKNAANNYA DALAM HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF Ernawati, Ernawati; Baharudin, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v4i2.2274

Abstract

AbstractThe behavior of the ghasab is generally said to have entrenched the environment of boarding school, it implies that the act of using the property of others illegally for self-interest has often happened and both the students, teachers and administrators have considered this as something normal and common in their environment, can not be separated from one of them is students of Al-Mansyuriyah boarding school. The purpose of this activity is to give full understanding to students to reduce, eliminate and even break the chain of ghasab culture in environment of boarding school and also remind every ghasab behavior never justified in the teachings of Islam and also the rule of law in our country. Method of implementation of this activity through presentation, lecture, and reciprocal interaction between students with sources for 30 minutes in the hall of boarding school Al-Mansyuriyah. The result of this activity is the absorption of understanding about the impact of ghasab behavior, either from the meaning of Islamic law as well as state law and also the long-term impact of ghasab behavior for the character formation in the future. Keywords: students, ghasab, boarding school AbstrakPerilaku ghasab secara umum dikatakan sudah membudaya dilingkungan Pondok Pesantren, hal ini mengandung pengertian bahwa tindakan mempergunakan milik orang lain secara tidak sah untuk kepentingan sendiri sudah sering terjadi dan baik para santri, ustadz maupun pengurus pun sudah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang wajar dan umum terjadi di lingkungan mereka, tidak terlepas dari salah satunya yaitu santri Pondok Pesantren Al-Mansyuriyah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman sepenuhnya kepada santri untuk mengurangi, menghilangkan bahkan memutuskan mata rantai budaya ghasab dilingkungan asrama pesantren dan juga mengingatkan kembali setiap perilaku ghasab tidak pernah dibenarkan dalam ajaran agama Islam dan juga peraturah hukum di negara kita. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui presentasi, ceramah, dan interaksi timbal balik antara santri dengan narasumber selama 30 menit di aula Pondok pesantren Al-Mansyuriyah. Hasil kegiatan ini adalah adanya penyerapan pemahaman tentang dampak yang ditimbulkan dari perilaku ghasab, baik itu dari pemaknaan hukum Islam maupun hukum negara dan juga dampak jangka panjang perilaku ghasab bagi pembentukkan karakter dikemudian hari. Kata kunci: santri, ghasab, pesantren
UPAYA MENINGKATKAN ADAB DAN ETIKA BICARA SECARA ISLAMI PADA ANAK MINORITAS DI SEKOLAH MASTER DEPOK Ernawati, Ernawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1861

Abstract

Humans have many abilities compared to other creatures. One of the advantages of human being is writing and speaking. It is these two abilities that enable humans to form civilizations from time to time. Speaking is easier to interact with other people than writing. Because it is too easy to do, humans often release when talking, especially when humans are in an unstable emotional state. Consequently, in everyday human interactions there are frequent disputes and hostilities. The way humans speak is influenced by many things including background, education, the environment, and others. It is these factors that determine the person's etiquette and ethics when speaking. Therefore, good habit of speaking should be familiarized by someone since early, because this habit will affect the quality of someone later in interacting with others. The purpose of this activity is to provide knowledge of how to speak good and true to others, in accordance with etiquette and ethics of Islam. Method of implementation of this activity through the presentation, lecture, and interaction between students with a source for 30 minutes at the School Master Depok. The result of this activity is the absorption of knowledge about etiquette and ethics of speaking to others in an Islamic way. The conclusion of this devotional activity, namely the presence of some students who often speak harshly to his friends already know that the way of speaking is wrong and they will change it. Keywords: etiquette, ethics, speakingManusia mempunyai banyak kemampuan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Salah satu kelebihan manusia tersebut yaitu menulis dan berbicara. Dua kemampuan tersebutlah yang membuat manusia dapat membentuk peradaban dari masa ke masa. Berbicara lebih mudah dilakukan dalam berinteraksi dengan orang lain dibandingkan menulis. Karena terlalu mudah dilakukan, manusia sering  kelepasan saat berbicara, apalagi saat manusia tersebut dalam kondisi emosi tidak stabil. Akibatnya, dalam interaksi manusia sehari-hari sering terjadi perselisihan dan permusuhan.Cara berbicara manusia dipengaruhi banyak hal antara lain latar belakang, pendidikan, lingkungan, dan lain-lain. Faktor tersebutlah yang menentukan adab dan etika seseorang ketika berbicara. Oleh sebab itu kebiasaan berbicara yang baik harus dibiasakan oleh seseorang sejak dini, karena kebiasaan inilah yang akan mempengaruhi kualitas seseorang nantinya dalam berinteraksi dengan orang lain. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan cara berbicara yang baik dan benar kepada orang lain, sesuai dengan adab dan etika islam. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui presentasi, ceramah, dan interaksi timbal balik antara siswa dengan narasumber selama 30 menit di Sekolah Master Depok. Hasil kegiatan ini adalah adanya penyerapan pengetahuan tentang adab dan etika berbicara kepada orang lain secara islami. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini, yaitu adanya beberapa siswa yang sering berbicara kasar kepada teman-temannya telah mengetahui bahwa cara berbicaranya tersebut salah dan mereka akan merubahnya. Kata kunci: adab, etika, berbicara
MENINGKATKAN PENGETAHUAN HUKUM SECARA DINI PADA ANAK-ANAK MARJINAL DI SEKOLAH GRATIS MASTER DEPOK Ernawati, Ernawati; Baharudin, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i1.1677

Abstract

AbstractThe existence of marginal groups such as street children, singers, beggars and hawkers from year to year increase. Ironically, most of them belonging to children under age for work. They are scattered in various strategic locations, such as around the traffic light, strip malls, as well as a place that became the center of the crowd. But unfortunately, the existence of those who work in the street can disturb the tranquility and safety of others including himself, and therefore their existence is often pursued by Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja). Therefore, many street children are traumatized and antipathy towards the government. It is this attitude that led to later acts disorderly and it is feared will lead to criminal acts such as stealing, impose, fighting, drugs, and the others. The purpose of this public service activities is to provide knowledge of the legal and ethical education of children in the elementary level of marginal Sekolah Gratis Master Depok. The method of implementation of these activities in the form of extension to provide an overview and explanation of some of the events of the empirical experienced by street children as well as sanctions of criminal threatening, as well as provide examples of good behavior when they are at school, at home, or outside the home. The results of this public service activities is the transfer of knowledge about the legal knowledge and ethical education when they interact with others in the school, home, or in their neighborhood for a living. The conclusion of this activity is the increased understanding of the legal and ethical when they are at home, school and place them earn a living. It can be detected by the question and answer session at the time of the extension took place.Keywords: street children, understanding of the law, ethics educationAbstrakKeberadaan kaum marjinal seperti anak-anak jalanan, pengamen, pengemis dan pengasong dari tahun ke tahun semakin bertambah. Ironisnya sebagian besar dari mereka tergolong anak-anak di bawah umur untuk bekerja. Mereka tersebar di berbagai lokasi strategis, seperti disekitar lampu merah, terminal, mall-mall, serta beberapa tempat yang menjadi pusat keramaian. Namun sayangnya, keberadaan mereka yang bekerja di jalanan tersebut dapat mengganggu ketentraman dan keselamatan orang lain termasuk dirinya sendiri, oleh sebab itu keberadaan mereka sering dikejar-kejar oleh  Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja). Oleh karena itu, banyak anak-anak jalanan yang menjadi trauma dan antipati terhadap pemerintah. Sikap inilah kemudian yang memunculkan tindakan-tindakan yang tidak tertib dan dikhawatirkan akan menjurus ke tindakan kriminal seperti mencuri, memalak, berkelahi, memakai narkoba, dan lain sebagainya. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan hukum dan pendidikan etika pada anak-anak marjinal  tingkat Sekolah Dasar di Sekolah Gratis Master Depok. Metode pelaksanaan kegiatan ini berbentuk penyuluhan dengan memberikan gambaran dan penjelasan beberapa kejadian-kejadian empirikal yang dialami oleh anak jalanan beserta sangsi-sangsi pidana yang mengancamnya, serta memberikan contoh-contoh perilaku yang baik ketika mereka berada di sekolah, dirumah, maupun di luar rumah. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya transfer pengetahuan tentang pengetahuan hukum dan pendidikan etika ketika mereka berinteraksi dengan orang lain di sekolah, rumah, maupun di lingkungan mereka mencari nafkah. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pemahaman hukum dan etika saat mereka berada di rumah, sekolah dan tempat mereka mencari nafkah. Hal ini dapat diketahui dengan adanya tanya jawab pada saat penyuluhan tersebut berlangsung.Kata kunci: anak jalanan, pemahaman hukum, pendidikan etika ÂÂ