Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN METODE FAST TRACK DALAM MENGANALISIS WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK PELAKSANAAN PENGENDALIAN PRASARANA BANJIR DI KUALANAMU KAB. DELI SERDANG Tambunan, Alwi Syahri; Harahap, Diana Suita
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 1 (2023): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i1.7929

Abstract

Pelaksanaan proyek pada Pembangunan Pengendalian Prasarana Banjir di Kualanamu mengalami penundaan dalam pelaksanaan kegiatan proyek, penundaan tersebut menyebabkan keterlambatan pada penyelesaian proyek. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan meliputi cuaca yang tidak dapat diprediksi, lokasi, kondisi desain, dan kesalahan rencana yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan adanya metode penjadwalan yang tepat untuk melakukan percepatan waktu pelaksanaan pembangunan proyek tanpa terjadinya peningkatan biaya proyek. Salah satu metode percepatan yang dapat dilakukan tanpa terjadinya peningkatan biaya proyek adalah dengan menggunakan metode fast track karena metode fast track dinilai lebih efektif dan efisien untuk melakukan percepatan waktu pelaksanaan proyek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar biaya yang lebih ekonomis dan durasi waktu yang lebih efisien pada proyek tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis data kuantitatif. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan hasil penjadwalan pada kondisi normal tanpa percepatan sebesar 262 hari dan penjadwalan dengan menggunakan metode fast track sebesar 254 hari sehingga terjadi percepatan durasi pekerjaan selama 8 hari dan total biaya proyek tanpa percepatan adalah sebesar Rp. 15.226.531.100. Penjadwalan dengan metode fast track dapat mereduksi biaya sebesar Rp. 121.850.615,064. Metode tersebut mampu mengurangi biaya akibat keterlambatan proyek yang awalnya sebesar Rp. 15.226.531.100. Dari segi biaya metode fast track lebih ekonomis, akan tetapi memiliki resiko yang lebih besar karena apabila salah satu pekerjaan yang berada pada lintasan kritis mengalami keterlambatan akan mempengaruhi pekerjaan lainnya.
PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU BASALT PADA PERENDAMAN AIR SULFUR DAN AIR TAWAR Panjaitan, Jantino; Harahap, Diana Suita
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 1 (2023): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i1.7925

Abstract

Pembangunan saat ini menjadi poin pokok dalam perkembangan suatu daerah, antara lain pembangunan infrastruktur gedung, jalan, jembatan dan bendungan, menjadi sarana yang sering digunakan dalam perkembangan suatu daerah, namun sangat sering ditemukan di daerah-daerah yang berpotensi merusak kualitas struktur yang akan direncanakan, terutama di daerah yang mengandung air asam yang cukup tinggi maupun air yang terkontaminasi dengan bahan kimia. Untuk itu dalam penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa besar pengaruh air yang mengandung senyawa sulfur (S) terhadap kuat tekan beton. Pengujian kuat tekan beton menggunakan mutu beton K-250, dilakukan pada umur 14 hari dan umur 28 hari dengan ukuran sampel 15x15x15 cm. Sampel direndam pada air tawar dan air sulfur selama 14 hari dan 28 hari, hasil rata-rata mutu beton K-250 pada sampel air sulfur umur 14 hari memiliki tekanan rata-rata F’c 17,64 Mpa dan air tawar rata-rata F’c 19,38 Mpa dan sampel air sulfur umur 28 hari rata-rata F’c 24,06 Mpa dan air tawar rata-rata F’c 25,19 Mpa. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor penurunan kualitas mutu beton pada air sulfur perendaman selama 14 hari mencapai 8,97 % dan faktor penurunan kualitas air sulfur perendaman selama 28 hari mencapai 4,5%. Dengan nilai rata-rata persentasi penurunan mencapai 7%.
ANALISIS PERHITUNGAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI KELURAHAN DELITUA BARAT Harahap, Diana Suita; Nasution, Naufal Andika
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v4i2.12951

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan wilayah di daerah perkotaan maupun pinggiran kota semakin memperbesar volume kebutuhan air bersih, yang secara otomatis meningkatkan jumlah limbah cair domestik. Menurut Anwar (2018), timbulan air limbah domestik dapat mencapai 60–80% dari total kebutuhan air bersih, sehingga semakin tinggi konsumsi air bersih, semakin besar pula air limbah yang dihasilkan. Hal ini menunjukkan pentingnya perhitungan timbulan air limbah yang berbasis pada analisis kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan debit air limbah domestik sebagai dasar perencanaan sistem pengolahan air limbah yang optimal dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data primer serta analisis proyeksi jumlah penduduk dengan pendekatan aritmatik dan geometrik dan analisis perhitungan debit air limbah. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk akan meningkat dari 8.834 jiwa pada tahun 2024 menjadi sekitar 11.237 jiwa pada tahun 2034. Berdasarkan proyeksi tersebut, dihitung kebutuhan air bersih serta estimasi debit air limbah domestik menggunakan standar konsumsi air 80 liter/orang/hari. Debit air limbah dihitung sebagai 70–80% dari kebutuhan air bersih. Perhitungan juga mencakup debit puncak dan debit minimum sebagai dasar perencanaan sistem pengelolaan limbah
ANALISIS MAJEMEN RISIKO BIAYA DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) PADA PROYEK PEMBANGUNAN LABORATORIUM PENGUJIAN PRODUK DAN PEMERIKSAAN PENYAKIT HEWAN Fadila, Nurul; Harahap, Diana Suita
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v4i2.12834

Abstract

Proyek konstruksi gedung bertingkat memiliki kompleksitas tinggi dan rentan terhadap berbagai risiko biaya yang dapat menyebabkan pembengkakan anggaran, keterlambatan proyek, hingga penurunan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko biaya dalam proyek konstruksi dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian dilakukan pada proyek pembangunan Laboratorium Pengujian Produk dan Pemeriksaan Penyakit Hewan di Medan, dengan melibatkan 10 responden dari berbagai peran profesional dalam proyek. Setiap risiko dianalisis berdasarkan tiga parameter utama: Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D), yang kemudian dihitung nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dengan nilai RPN tertinggi adalah inflasi harga satuan kerja (RPN 374.63), gangguan logistic (RPN 295.58), keterlambatan pengiriman material (RPN 258.20), kesalahan estimasi biaya awal proyek (RPN 237.80), keterlambatan pembayaran dari pemilik proyek (RPN 219.98), dan permasalahan perizinan proyek (RPN 205.72). Uji reliabilitas terhadap instrumen kuisioner menggunakan SPSS menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,960, menunjukkan bahwa instrumen penelitian sangat andal. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi praktisi konstruksi dalam menyusun strategi mitigasi risiko yang tepat untuk meningkatkan efisiensi biaya proyek.