AFDILLA, NIA AFDILLA NIA
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Efektifitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilikum L) dan Daun Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Terhadap Pertumbuhan Streptococus Mutans AFDILLA, NIA AFDILLA NIA
JURNAL KESEHATAN DAN KESEHATAN GIGI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Kesehatan Gigi
Publisher : KESEHATAN GIGI POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Streptococus Mutans merupakan bakteri flora normal yang ada didalam rongga mulut, namun dalam jumlah yang besar dapat mengakibatkan plak gigi dan terbentuknya karies gigi. Kombinasi kedua tanaman ini daun Kemangi (Ocimum basilikum L) dan daun Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) merupakan tanaman yang mempunyai kandungan senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang memiliki sifat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya efektifitas antibakteri kombinasi ekstrak daun kemangi dan daun jeruk nipis terhadap pertumbuhan Streptococus mutans. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan metode ektraksi menggunakan etanol 96%. Isolasi bakteri Streptococcus Mutans pada media NA (Nutrien agar) pengujian aktifitas bakteri dengan menggunakan paper disk dengan kelompok kontrol yaitu, kontrol positif (tetrasiklin) dan kontrol negatif (Aquadest) dengan konsentrasi daun kemangi 7%, 9%, 12% diingkubasi selama 24 jam pada suhu 37˚C kemudian didapatkan dengan diameter 3,41 mm, 4,53 mm, 4,74 mm. Dan daun jeruk nipis dengan konsentrasi 12,5%, 15%, 17,5% dengan diameter 4,93 mm, 3,77 mm, 6,13 mm. Maka dilakukan kombinasi kedua ekstrak yang memiliki daya hambat yang paling tinggi yaitu konsentrasi 12% dan 17,5% dari hasil pengamatan didapatkan dengan diameter 4,37 mm. Hasil dari pengamatan menunjukkan bahwa kombinasi kedua ekstrak daun kemangi (Ocimum basilikum L) dan daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan Streptococus Mutans dengan konsentrasi 12% dan 17,5% dengan diameter zona hambat 4,37 mm kategori lemah. Sedangkan pada pengujian ekstrak tunggal daun jeruk nipis terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus Mutans memiliki daya hambat yang jauh lebih baik dari pada dikombinasi.
PENGARUH MENGKONSUMSI MINUMAN YOGURT TERHADAP pH SALIVA PADA MAHASISWA POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI AFDILLA, NIA AFDILLA NIA
JURNAL KESEHATAN DAN KESEHATAN GIGI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Kesehatan Gigi
Publisher : KESEHATAN GIGI POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saliva adalah suatu cairan oral yang kompleksnya terdiri atas campuran sekresi dari kelenjar ludah besar dan kecil yang ada pada mukosa oral. Saliva yang terbentuk di rongga mulut, sekitar sembilan puluh persennya di hasilkan oleh kelenjar submaksiler dan kelenjar parotis, lima persen oleh kelenjar sublingual, dan lima persen lagi oleh kelenjar-kelenjar ludah yang kecil. Yogurt adalah produk fermentasi bakteri dengan menggabungkan efek Lactobacillus delbrueckiisubspesies bulgaricus dan Streptococcus salivarius subspesies thermophiles. Bakteri asam laktat ini disebut sebagai "kultur yogurt". Tujuan penelitian: untuk mengetahui Pengaruh Mengkonsumsi Minuman Yogurt Terhadap pH Saliva Pada Mahasiswa Politeknik Bina Husada Kendari Jurusan Kesehatan Gigi. Metode: penelitian adalah kuantitatif, pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Hasil : penelitian adalah nilai pH saliva pada kelompok sebelum dan sesudah minum yogurt mengalami peningkatan. Sebelum minum yogurt 65,23 menjadi 70,35 dengan selisih 5,12. Kesimpulan: Sesudah minum yogurt dapat meningkatkan pH saliva lebih besar dibandingkan dengan yang sebelum minum yogurt. Sehingga ada pengaruh minum yogurt terhadap pH saliva mahasiswa kesehatan gigi politeknik bina husada kendari angkatan 2022 (p=0,005).
PENGARUH KONSUMSI MINUMAN RINGAN TERHADAP pH SALIVA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 KENDARI AFDILLA, NIA AFDILLA NIA
JURNAL KESEHATAN DAN KESEHATAN GIGI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Kesehatan Gigi
Publisher : KESEHATAN GIGI POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Derajat keasaman (pH) saliva merupakan factor penting yang berperan dalam rongga mulut, salah satu gaya hidup masyarakat Indonesia dapat terlihat dari tingginya tingkat konsumsi minuman ringan. Minuman ringan ini tersedia secara komersil dan bila dikonsumsi menghasilkan pH berkisar antara 2,4 hingga 4,07 yang tergolong rendah. CO2 yang terlarut dalam minuman ringan dianggap dapat meningkatkan keasaman dan menurunkan pH saliva.Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh konsumsi minuman ringan terhadap pH saliva. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Metode eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest – Posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran pH saliva sebelum konsumsi minuman ringan adalah 6,9528 atau pH saliva kategori netral dan pengukuran pH saliva setelah konsumsi minuman ringan adalah 5,9566 atau pH saliva kategori asam. Kesimpulan dari hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada pengaruh konsumsi minuman ringan terhadap pH saliva.