Utami, Refany Pradhita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH PADAT BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RSUD GELUMBANG TAHUN 2023 Utami, Refany Pradhita
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 15 No 03 (2023): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58231/jkbh.v15i03.222

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Gelumbang dalam pengelolaan limbah padat B3 masih ada beberapa hal yang perlu untuk dilakukan upaya penanganan limbah B3. Pada survey awal, diketahui data volume limbah padat B3 pada tahun 2022 sebanyak 165 kg/tahun, dan pada tahap pewadahan diketahui bahwa 7 dari 15 wadah masih tercampur antara limbah medis dengan non- medis . Penelitian ini bertujuan diketahuinya analisis pengelolaan limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah Gelumbang Tahun 2023. Dalam penelitian ini jenis yang digunakan yaitu deskriptif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan fenomenologi. Penelitian ini telah dilakukan di RSUD Gelumbang.Tempat yang akan diteliti yaitu seluruh ruangan Rawat Jalan, Rawat Inap, IGD (Intalasi Gawat Darurat), Laboratorium, Farmasi, dan TPS. Waktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan April-Juni Tahun 2023. Berdasarkan hasil penelitian di atas didapat bahwa di RSUD Gelumbang belum sepenuhnya melaksanakan proses pemilahan, pengangkutan limbah medis padat belum sesuai dengan teori yang di keluarkan oleh Permenkes No.7 Tahun 2019 Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Sedangan pada proses pewadahan dan pengolahan akhir sudah sesuai dengan standar Permenkes yang berlaku serta kelengkapan petugas dalam penggunaan APD untuk mengelola limbah B3 di RSUD Gelumbang masih lalai,dan tidak patuh. Simpulan dari penelitian ini yaitu pada proses pemilahan dan pengangkutan masih belum berjalan dengan baik karna masih tercampur antara limbah infeksius dan non infeksius serta banyak staf rumah sakit yang belum mengetahui jenis-jenis limbah B3. Sebaiknya dilakukan penjadwaalan untuk pelatihan penanganan limbah B3, serta Ditambahkan jumlah trolly standar untuk kegiatan pengangkutan limbah medis.