Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SOSIOLOGI BERBASIS MASALAH YANG BERFOKUS PADA KEMAMPUAN BERFIKIR SISWA DI UNIVERITAS INSAN BUDI UTOMO Muqaffi Ahmad Arsyah; Azizah Khorun Nisa
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i3.2108

Abstract

Perangkat pembelajaran merupakan bahan atau alat yang digunakan untuk mempelajari sesuatu disebut perangkat. Pembelajaran adalah proses kerja sama antara guru dan siswa untuk memanfaatkan semua potensi dan sumber yang ada. Potensi ini berasal dari luar siswa, seperti lingkungan, alat, dan sumber belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, serta dari siswa sendiri, seperti minat, bakat, dan kemampuan dasar. Istilah "masalah" digunakan untuk menggambarkan hubungan antara dua hal atau lebih yang menyebabkan suatu hal yang membingungkan. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penelitian studi pustaka. Yang dimana dalam penelitian ini nanti akan dilakukan studi-studi pustaka sehingga dapat mendapatkan hasil penelitian yang baik Pendidikan merupakan suatu ujung tombak bagi masyarakat. Yang dimana pendidikan ini merupaka standar dimana kemajuan suatu bangsa. Bahkan saat jepang kalah dalam perang dunia 2 kaisar hirohito malah mengumpulkan berapa banyak guru yang bisa dikumpulkan, ini bertujuan demi kebangkitan bangsa jepang setelah kalah dalam perang dunia 2. Dari kejadian ini kita bisa menarik kesimpulan bagaimana penting peran pendidikan dalam kemajuan suatu bangsa. Dalam pendidikan sekarang ini sangat diperlukan yang namanya perangkat pembalajaran demi menunjang suksenya pembelajaran yang dilakukan. Perangkat ini berperan penting dalam bagaimana berlangsungnya pendidikan yang akan dilakukan. Dalam menunjang keberhasilan pendidikan di era teknologi saat ini, maka tenaga pendidik perlu meningkatkan kreativitas serta kompetensi yang dimilikinya. Pengembangan perangkat pembelajaran dilakukan untuk memudahkan peserta didik dan tenaga pendidik dalam menjalankan suatu pembelajaran. Saat ini perkembangan teknologi dalam dunia pendididkan sangat pesat, sehingga muncul banyaknya inovasi dalam pembelajaran. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi seorang tenaga pendidik untuk memikirkan solusi dan cara yang tepat untuk memudahkan peserta didik dalam memahami arti dalam pembelajaran yang diberikan. Dapat dilihat dari kedua penelitian tersebut bahwa pengembangan perangkat pembelajaran berbasis masalah sangat baik untuk menunjang suatu pembelarjaran yang memiliki rata-rata kesuksesan di angka 85 persen keatas. Ini bisa menjadi acuan bagi seorang calon tenaga pendidik bagaimana pentingnya pengembangan pembelajaran berbasis masalah yang bisa memicu pemikiran kritis dari seorang atapu lebi peserta didik. Ini yang diperlukan bagi pendidikan di indonesia yang dimana seorang peserta didik memiliki pemikiran yang kritis sehingga memudahkan mereka dalam meghadapi suatu masalah yang akan diberikan kepada peserta didik
PERAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER SISWA DI MASYARAKAT SAWAHAN GENTENG KULON Muqaffi Ahmad Arsyah; Sefri Tri Nugraha
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v4i3.3140

Abstract

Peran guru sangat penting dalam memberikan pembelajaran yang bertahan seumur hidup. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pendidik, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang mendorong, membimbing, dan membantu siswa memahami cara berpikir. Penelitian kuantitatif mengumpulkan data dari masa lalu dan sekarang, dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran guru terhadap perkembangan karakter siswa di masyarakat dan untuk memberi tahu siswa betapa pentingnya karakter yang baik.Guru sebagai pendidik, guru sebagai peningkat kreativitas siswa, dan sifat orang terpelajar: guru tidak dapat dilepaskan dari peran mereka dalam proses pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Guru sebagai pendidik atau pengajar adalah komponen penting dari keberhasilan pendidikan. Upaya pendidikan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia
PENGARUH IDEOLOGI PANCASILA DALAM PEMBANGUNAN TERHADAP STANDAR HIDUP MASYARAKAT MALANG Muqaffi Ahmad Arsyah; Frederikus bryan Alfando
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i1.10513

Abstract

Sebagai dasar ideologi bangsa Indonesia, Pancasila memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana dan di mana pembangunan nasional akan dilakukan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat bagaimana ideologi Pancasila berfungsi dalam kebijakan negara dan bagaimana hal itu berdampak pada pembangunan nasional. Artikel ini menekankan bagaimana setiap sila Pancasila berfungsi sebagai pedoman etis dan filosofis untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan negara yang berkelanjutan, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Sila pertama hingga kelima dipahami sebagai landasan untuk menciptakan harmoni antara pemerintah dan masyarakat, menjaga keadilan sosial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan nasional dipengaruhi oleh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan publik, terutama dalam mewujudkan keadilan sosial, kemakmuran, dan stabilitas politik. Artikel ini menyarankan agar Pancasila tetap menjadi dasar segala tindakan. Dalam konteks pembangunan nasional, Pancasila berfungsi sebagai landasan untuk menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Nilai-nilai Pancasila mendorong pemerintah untuk membuat sistem yang adil dan merata, menghormati hak asasi manusia, dan mempertahankan persatuan di tengah-tengah keragaman. Namun, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan Pancasila di masyarakat karena ancaman modern seperti radikalisme dan globalisasi dapat merusak prinsip-prinsip ini. Untuk mencapai cita-cita nasional yang adil dan makmur, Pancasila harus diterapkan dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
DAMPAK EFISIENSI ANGGARAN KESEHATAN TERHADAP MASYARAKAT MISKIN KOTA Muqaffi Ahmad Arsyah; Nuria Afrianti
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i3.13232

Abstract

Masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan adalah kelompok orang yang tinggal di lingkungan kota namun mengalami keterbatasan dalam akses terhadap ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, perumahan, dan kebutuhan dasar lainnya. Mereka biasanya tidak mempunyai pendapatan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup yang minimum. Efisiensi anggaran merupakan situasi di mana pengeluaran dana (anggaran) dilakukan dengan baik, tepat dan sesuai sasaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dengan hasil (output) yang optimal menggunakan sumber daya (input) seefisien mungkin. Hal ini menunjukkan bahwa anggaran tidak sekadar dibelanjakan, melainkan dikelola dengan bijak agar manfaatnya maksimal. Namun, dalam pelaksanaan efisiensi anggaran ini, akan muncul fenomena baru terkait dengan dinamika kesehatan masyarakat. Pemotongan anggaran untuk sektor kesehatan, khususnya di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), adalah pengurangan dana yang tercantum dalam APBN 2025. Penurunan ini berjumlah Rp 19,6 triliun dari total anggaran sebesar Rp 105,6 triliun. Tujuannya adalah untuk menciptakan efisiensi anggaran dan mengalihkan dana tersebut, tetapi dampaknya menimbulkan kekhawatiran tentang kualitas layanan kesehatan, terutama untuk program-program prioritas dan ketersediaan obat-obatan. Dampak yang Mungkin Terjadi pada Layanan Kesehatan. Pengurangan anggaran dapat memengaruhi berbagai aspek dalam layanan kesehatan, termasuk program-program yang menjadi prioritas dan ketersediaan obat. Efisiensi dan Relokasi memiliki tujuan dari pengurangan anggaran ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan mengalihkan dana ke sektor-sektor yang lebih penting