Purwita, Putu Esa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN SUBAK BANYUMALA DALAM MENGURANGI LAJU ALIH FUNGSI LAHAN KABUPATEN BULELENG Purwita, Putu Esa; Wesnawa, I Gede Astra
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i02.58805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami kemampuan Subak Banyumala dalam mengurangi alih fungsi lahan di Kabupaten Buleleng dan mengeluarkan strategi pengembangan Subak Banyumala dalam mengurangi alih fungsi lahan atau mempertahankan lahan pertanian maka penelitian dilakukan di Subak Banyumala. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan dalam pekerjaan ini. Dalam penelitian ini, observasi dan wawancara merupakan metode pengumpulan data primer. Anggota subak dan pengurus Banyumala menjadi sampel penelitian. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif.  Berdasarkan temuan penelitian, Subak Banyumala memiliki kebutuhan lahan non pertanian yang tinggi, populasi lokal dan pendatang yang terus bertambah, peningkatan taraf hidup masyarakat, kebutuhan lahan untuk pariwisata, ekonomi masyarakat dimana hasil pertanian lebih murah dari biaya produksinya, dan harga tanah yang sangat tinggi sehingga cenderung untuk dijual. Degradasi lingkungan. Rencana pencegahan alih fungsi lahan di Subak Banyumala adalah meningkatkan industri pariwisata dengan mempromosikan kegiatan pertanian dengan ritual sebagai lambang pariwisata budaya Bali, berkolaborasi dengan pemerintah dan pemilik usaha untuk membangun fasilitas atraksi wisata di Subak selama memenuhi peraturan subak, mempromosikan kebiasaan dan praktik pertanian Subak sebagai tujuan wisata untuk mendukung petani lokal dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap subak, memastikan pertumbuhan objek wisata di Subak tidak melanggar adat dan hukum setempat atau lebih menguntungkan pihak luar daripada penduduk lokal, karena hal ini dapat membahayakan kelestarian Kawasan, mendorong subak untuk berperan lebih besar dalam pembentukan DTW berbasis subak untuk menolak konversi lahan, peran yang dapat diambil dengan memberikan kewenangan kepada subak untuk menentukan pola tanam dan menjalin kemitraan dengan penyedia jasa pariwisata, dan membuat DTW berbasis kegiatan pertanian Subak bekerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha untuk mencegah tenaga kerja beralih ke sektor lain.