Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SIMULASI HASIL PENGUKURAN DIMENSI GAUGE BLOCKS MENGGUNAKAN COORDINATE MEASURING MACHINE TYPE CRYSTA - APEX S Ratlalan, Roberth Marshall; Valentine, Odilia
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.9364

Abstract

Dunia manufaktur mempunyai suatu standar yang tinggi karena dianggap sebagai salah acuan atau dalam penentuan toleransi geometris. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan mempunyai prioritas yang cukup baik. Coordinate Measuring Machine (CMM) merupakan alat pengukur multi fungsi berkecepatan tinggi yang menghasilkan akurasi dan efisiensi pengukuran yang tinggi. Hasil simulasi pengukuran gauge block dengan menggunakan CMM untuk probe sentuhan dan probe scanning menunjukan hasil yang sangat efektif untuk mengetahui bentuk geometri permukaan suatu part benda kerja atau komponen sehingga dapat mengurangi resiko kerusakan dan hasil simulasi untuk setiap pengukuran yang ditampilkan dapat dilihat secara visual menggunakan perangkat lunak yang terpasang pada mesin CMM.
Pengaruh Penggunaan Transcranial Direct Current Stimulation (TDCS) Terhadap Pasien Stroke Valentine, Odilia
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 5, No 2 (2023): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v5i2.19302

Abstract

Stroke atau sering disebut juga sebagai abnormalitas pada pembuluh darah di otak (Cerebrovascular Accident/CVA) adalah kondisi di mana terjadinya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang disebabkan oleh kurangnya atau terhentinya penyaluran darah ke otak sehingga mengakibatkan penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah dan sel-sel pada beberapa bagian otak yang mengalami kelumpuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan transcranial direct current stimulation (TDCS) pada pasien pasca stroke dengan menggunakan pendekatan quantitative Electroencephalograph (qEEG) yang dimana berfungsi dalam memperhatikan perubahan pita gelombang frekuensi EEG yang diamati. Parameter kuantitatif yang digunakan adalah parameter power pada tiap gelombang EEG (Delta, Theta, Alfa, Beta, dan Gamma). Perekaman sinyal EEG berlangsung selama 5 (lima) menit dalam kondisi sadar dengan pemberian stimulus sebesar 2 mA dalam waktu ±10 menit kepada 12 subjek pasien pasca stroke, dan 11 subjek normal sebagai kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan yang baik pada parameter power setiap gelombang EEG setelah stimulus diberikan kepada subjek pasca stroke. Sebelum pemberian TDCS, gelombang EEG yang dominan berada pada pita gelombang delta, dengan rerata persentase sebesar 43.03 ± 5.06%. Setelah stimulus diberikan, terjadi peningkatan pada pita frekuensi alfa dan penurunan pada pita frekuensi delta yaitu 1.42 ± 0.15% (p = 0.001) dan 10.44 ± 2.02% (p = 0.000). Dengan demikian, penggunaan Transcranial Direct Current Stimulation (TDCS) membawa perubahan terhadap hasil gelombang EEG pada subjek pasca stroke mengikuti struktur hasil gelombang EEG pada subjek normal.
PENGARUH PUTARAN SPINDLE SPEED TERHADAP KEAUSAN PAHAT CARBIDE PADA PROSES PEMBUBUTAN BAJA ST37 Ratlalan, Roberth M.; Valentine, Odilia
Otopro Vol 19 No 2 Mei 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v19n2.p60-64

Abstract

The machining process has an important interaction between the tool and the workpiece, in which case the workpiece experiences intersection and the tool experiences friction. This friction occurs when the chisel touches the flowing surface and touches the area where the surface of the workpiece has crossed. As a result of friction, the tool wears out. Wear and tear that occurs is caused by expansion or enlargement to a specified limit, resulting in it not being used or having no function because damage has occurred. The research variables used three chisel bits and three specimens which were used to test their wear at 450 rpm, 1200 rpm and 2200 rpm rotation using a portable LCD digital microscope. Following are the results of the chisel bit research showing the wear of carbide bits using 3 specimens, so the wear value for the first tool was 3.09 µm, the second tool was 2.26 µm, and the third tool was 11.36 µm.
ANALISIS PERBANDINGAN GEOMETRI SUDUT POTONG 450, 550, 600 PADA PROSES PEMBUBUTAN MENGGUNAKAN MATERIAL ST60 Ratlalan, Roberth Marshall; Syaiful, Syaiful; Valentine, Odilia
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v12i1.15001

Abstract

AbstrakProses pembubutan merupakan salah satu proses pemesinan yang berperan penting dalam industri manufaktur untuk menghasilkan komponen dengan tingkat presisi dan kualitas permukaan yang baik. Kualitas permukaan hasil pembubutan dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah geometri sudut potong pahat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi geometri sudut potong 45°, 55°, dan 60° terhadap tingkat kekasaran permukaan pada material ST60. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan pendekatan komparatif di mana proses pembubutan dilakukan menggunakan mesin bubut dan pengujian kekasaran permukaan dilakukan menggunakan surface roughness tester. Spesimen berbentuk silindris dengan panjang 50 mm dan diameter 25 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi sudut potong memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas permukaan. Sudut potong 60° menghasilkan nilai kekasaran terendah dengan Ra sebesar 2,464 µm, Rq sebesar 3,073 µm, dan Rz sebesar 14,784 µm sehingga menghasilkan permukaan paling halus. Sudut 45° menghasilkan kekasaran sedang dan sudut 55° menghasilkan kekasaran tertinggi. Perbedaan ini dipengaruhi oleh mekanisme pembentukan geram, gaya potong, dan kestabilan proses pemesinan. Dengan demikian sudut potong 60° merupakan sudut optimum untuk menghasilkan kualitas permukaan terbaik pada proses pembubutan material ST60. Kata Kunci - Pembubutan, Geometri Sudut Potong, Kekasaran Permukaan, Material ST60. AbstractTurning is one of the machining processes that plays an important role in the manufacturing industry to produce components with a high level of precision and good surface quality. The surface quality of the turning results is influenced by various factors, one of which is the geometry of the cutting angle of the tool. This study aims to analyze the effect of variations in the geometry of the cutting angle of 45°, 55°, and 60° on the surface roughness level of ST60 material. The method used is a quantitative experiment with a comparative approach where the turning process is carried out using a lathe and surface roughness testing is carried out using a surface roughness tester. The specimen is cylindrical with a length of 50 mm and a diameter of 25 mm. The results show that variations in the cutting angle have a significant effect on surface quality. The cutting angle of 60° produces the lowest roughness value with Ra of 2.464 µm, Rq of 3.073 µm, and Rz of 14.784 µm, thus producing the smoothest surface. The 45° angle produces medium roughness and the 55° angle produces the highest roughness. This difference is influenced by the chip formation mechanism, cutting forces, and machining stability. Therefore, a 60° cutting angle is the optimum angle for producing the best surface quality in the turning process of ST60 material.Send feedback. Keywords - Turning, Cutting Angle Geometry, Surface Roughness, ST60 Material.