Faris Al-Fadhat
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KERJASAMA INDONESIA TURKI: STUDI KASUS RUMAH BUDAYA INDONESIA Bangsu, Michelle Nabila Andaista; Faris Al-Fadhat
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol. 12 No. 2 (2023): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/0rbcrf41

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi diplomasi budaya pada rumah budaya Indonesia dalam meningkatkan kerjasama Indonesia dan Turki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literature. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rumah Budaya Indonesia merupakan suatu ruang publik yang diciptakan sebagai wadah untuk memperkenalkan berbagai budaya yang dimiliki Indonesia kepada masyarakat asing. Turki merupakan jembatan antara Asia dan Eropa, baik dari aspek letak geografis maupun dalam aspek budaya, sosial dan politik. Diplomasi kebudayaan adalah usaha memperjuangkan kepentingan nasional suatu negara melalui kebudayaan, secara mikro, seperti olahraga, dan kesenian, atau secara makro. Posisi Turki yang strategis dan unik di wilayah negara yang tersebar di Anatolia (Asia) dan Thrace (Eropa), sehingga banyak peradaban besar telah bangkit sepanjang sejarah, dan peradaban ini telah menjadi rumah bagi kekayaan dan keanekaragaman budaya dan etnis. Keberagaman etnids dan budaya ini dapat membangun keterikatan emosional dan menjalin kerjasama antar Indonesia dan Turki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pemerintah Indonesia serius untuk meningkatkan sektor pariwisata nasional melalui kerjasama dengan Republik Turki.
Analisis Hubungan Politik Utang Indonesia dan China Untuk Menghindari Debt Trap Diplomacy Zhafarina Jauza Az Zahro; Faris Al-Fadhat; Andy Prasetiawan Hamzah
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 5 No. 4 (2024): Journal of Accounting and Finance Management (September - October 2024)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jafm.v5i4.785

Abstract

The analysis of the political relationship of Indonesia's debt to China to avoid debt trap diplomacy discusses the political debt relationship between Indonesia and China, particularly considering the intensive cooperation and debt assistance that China has provided to Indonesia, as well as the establishment of loan condition regulations that threaten the use of the state budget as a payment tool. This writing aims to understand the development of Indonesia's debt to China, whether Indonesia is trapped in a Debt Trap, and how Indonesia can avoid Debt Trap Diplomacy. This research employs a qualitative descriptive analysis method, utilizing previously published sources with data collection sourced from books, journals, and other online media such as websites, databases, and information available on the internet. Based on dependency theory, it shows that loan conditions with high interest rates and strict repayment terms reflect unfavorable lending conditions. The increase in debt to China for the Indonesian economy can stimulate the country's growth, but a significant economic dependence can also make Indonesia more vulnerable to Debt Trap Diplomacy. The research results indicate that based on the analysis of Indonesia's debt to China, there has been a tendency for an increase over the past five years. Indonesia is also still in a position of safe debt ratios, both by national and global standards, and does not fall into the category of Debt Trap Diplomacy. Several steps, approaches, and diplomatic efforts have also been undertaken by Indonesia to avoid Debt Trap Diplomacy.