Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERMASALAHAN DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI Yohana Inya Mete; Elisabet Barek Ole Liwun
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v2i2.2212

Abstract

Abstrak Perkembangan sosial anak usia dini merupakan proses pembentukan hubungan sosial anak dengan lingkungannya. Namun, dalam proses ini, sering kali terdapat berbagai permasalahan yang mempengaruhi perkembangan sosial anak. Sebagai contoh, ada beberapa faktor yang dapat menjadi hambatan dalam perkembangan sosial anak usia dini. Pertama, salah satu permasalahan yang sering ditemukan adalah kurangnya keterampilan sosial. Anak usia dini seringkali belum memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Mereka mungkin tidak mampu mengungkapkan perasaan, berbagi mainan, atau memahami makna dari tindakan mereka terhadap orang lain. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan positif. Kedua, permasalahan lain yang mungkin terjadi adalah perilaku agresif. Beberapa anak usia dini mungkin cenderung menggunakan tindakan agresif dalam berinteraksi dengan teman sebaya atau anggota keluarga. Hal ini dapat menyebabkan konflik dan ketegangan dalam hubungan sosial anak. Selain itu, perilaku agresif juga dapat merugikan perkembangan sosial anak karena mungkin membuat orang lain menghindarinya. Selanjutnya, permasalahan yang sering terjadi dalam perkembangan sosial anak usia dini adalah kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru. Ketika anak memasuki lingkungan sosial baru, seperti taman kanak-kanak atau sekolah, mereka mungkin mengalami kecemasan dan kesulitan untuk berinteraksi dengan teman sebaya yang baru. Anak juga dapat mengalami kesulitan dalam memahami dan mengikuti aturan sosial yang berlaku di lingkungan baru tersebut.Permasalahan dalam perkembangan sosial anak usia dini juga dapat berkaitan dengan pengaruh lingkungan. Jika anak tumbuh di lingkungan yang kurang mendukung, seperti lingkungan yang penuh dengan kekerasan atau konflik, mereka mungkin menjadi kurang berempati dan memiliki kemampuan sosial yang terbatas. Lingkungan yang kurang dukungan secara emosional juga dapat mempengaruhi perkembangan sosial anak dengan cara yang negatif. Untuk mengatasi permasalahan dalam perkembangan sosial anak usia dini, perlu dilakukan pendekatan yang tepat. Orang tua, guru, dan pemangku kepentingan lainnya perlu memberikan dukungan, bimbingan, dan lingkungan yang mendukung untuk membantu anak mengembangkan keterampilan sosial yang sehat dan positif. Penting juga untuk membantu anak mengenal dan mengelola emosi mereka dengan baik, sehingga mereka dapat berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Dalam kesimpulannya, perkembangan sosial anak usia dini dapat mengalami berbagai permasalahan yang mempengaruhi hubungan sosial mereka dengan lingkungan sekitar.