Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Edukasi Anti Kekerasan Pada Anak Pemulung Berbasis Program Ceria (Cerdas, Cermat, Riag, Gembira) sokhivah, sokhivah
Suluh Abdi Vol 6, No 2 (2024): SULUH ABDI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sa.v6i2.5681

Abstract

Pada anak pemulung kerapkali ditemukan perilaku yang agresif, cara bicara yang kasar, perilaku yang kurang baik dari anak pemulung bisa jadi disebabkan dampak negatif dari kurangnya ikatan/bonding antara orangtua terutama ibu kepada anaknya dan lingkungan pertemanannya. Salah satu Lembaga yang memberikan Pendidikan kepada anak pemulung adalah komunitas Sahabat Jendela Impian (SJI). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi akan tindakan pencegahan kekerasan pada anak keluarga pemulung yang dilakukan dengan cara memberikan edukasi anti kekerasan verbal dan non verbal kepada anak-anak pemulung yang berusia 5-8 tahun melalui program CERIA (Cerdas, Cermat, Riang, Gembira). Adapun metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian materi, games edukasi (ular tangga pencegahan kekerasan), penampilan video edukasi, pertunjukan boneka tangan, dan sesi tanya jawab. Hasil dari pengabdian masyarakat berupa peningkatan pengetahuan anak pemulung tentang dampak kekerasan dan role model dalam berprilaku yang baik.
Rekrutmen Relawan dalam Kesiapan Penanggulangan Bencana Khairullah, Fajar; Sokhivah, Sokhivah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30811

Abstract

Relawan adalah seseorang atau kelompok orang yang secara ikhlas membantu karena panggilan nuraninya memberikan apa yang di milikinya kepada masyarakat sebagai perwujudan tangungjawab sosialnya tanpa mengharapkan pamrih baik berupa imbalan, kepentingan maupun karier dan juga suatu pekerjaan yang rutin karena tidak terjadi setiap waktu dan bersifat insidental. Salah satu hal terpenting dari suatu lembaga yang memiliki relawan memerlukan manajemen relawan yang baik. Oleh karena itu DMC Dompet Dhuafa melakukan manajemen relawan guna untuk mengelola para relawan kebencanaan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses manajemen relawan di DMC Dompet Dhuafa, Faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan manajemen relawan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Dan penentuan informan menggunakan purposive samping. Berdasarkan hasil penelitian yang di peroleh bahwa DMC Dompet Dhuafa melakukan manajemen relawan mulai dari cara merekrut relawan dengan berbagai cara dan syarat yang sangat umum, setelah bergabung akan diberikan orientasi dan pelatihan guna menempatkan relawan sesuai dengan bidang minat dan keterampilan yang dimiliki relawan. Sedangkan faktor pendukung dan penghambatnya adalah sifat kepribadian para relawan yang dimiliki DMC Dompet Dhuafa
Kelompok Dukungan Teman Sebaya sebagai Strategi Pengembangan Kesadaran Diri Anak Berhadapan Hukum di Sentra Handayani Jakarta Pratama, Rafif Dendy; Sokhivah, Sokhivah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk melihat bagaimana pengembangan kesadaran diri anak berhadapan hukum melalui kegiatan morning meeting dengan teknik peer support group di Sentra Handayani Jakarta. Menggunakan teknik penelian kualitatif yaitu dengan cara melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Fokus utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana cara untuk mengembangkan kesadaran diri Anak Berhadapan Hukum (ABH) ini dengan baik melalui kegiatan morning meeting di Sentra Handayani Jakarta. Penelitian ini menggambarkan pengembangan kondisi kesadaran diri Anak Berhadapan Hukum (ABH) sebelum sdan sesudah tiba di Sentra Handayani Jakarta. Serta peer support group dalam kegiatan morning meeting dapat menjadi wadah atau layanan guna mengembangkan kesadaran diri Anak Beradapan Hukum (ABH). Penelitian ini berfokus pada bagaimana cara pengembangan kesadaran diri di Sentra Handayani yang melakukan beberapa kegiatan dalam morning meeting dimulai dari pull up diri sendiri ataupun orang lain, pemberian rewards kepada orang lain, dan pembacaan berita. Dalam beberapa tahapan ini maka akan berkembangnya kesadaran diri yang baik di Sentra Handayani Jakarta bagi Anak Berhadapan Hukum (ABH).
Youth Violence and Resilience: Approaches to Strategy in the School Environment and Social Policy Tohari, Mohammad Amin; Sokhivah, Sokhivah
Jurnal Kebijakan Publik Vol 16, No 4 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v16i4.8868

Abstract

This study investigates strategies for addressing adolescent violence within school environments and through social policy interventions in Jakarta, Indonesia. Employing a qualitative design, data were collected through in-depth interviews with 25 informants, comprising teachers, principals, students, and parents, selected via purposive sampling. Data validation was ensured through triangulation of sources, member checking, and peer debriefing. Findings reveal that while national policies—such as the Child-Friendly School (CFS) framework—provide an essential normative foundation, their implementation varies significantly across schools, resulting in uneven protection outcomes. Schools with robust participatory mechanisms and restorative practices demonstrated higher levels of student resilience and reduced incidents of peer aggression. Conversely, institutions lacking inclusive structures often reinforced vulnerability. The analysis integrates the effectiveness framework of Kettner, Moroney, and Martin, highlighting limitations in accountability and systemic coordination. The study concludes by offering actionable policy recommendations, including mandatory school-level monitoring mechanisms, integration of digital reporting tools, and stronger cross-sector collaboration.