Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK BROKEN HOME TERHADAP PSIKOLOGI ANAK Muharam Amang; Firda Dwi Rahayu
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v3i3.4245

Abstract

Makna broken home itu sendiri dapat diartikan sebagai kehidupan anak tanpa orang tua, baik itu karena perceraian ataupun salah satu atau keduanya meninggal dunia. Ada pula yang mengartikan sebagai rusaknya hubungan rumah tangga karena bercekcokkan suami istri, sehingga membuat anak berasa kurang dalam mendapatkan perhatian orang tua. Adapun psikologi anak lebih berfokus pada pertumbuhan dan perkembangan mental anak. Peran orang tua adalah suatu hal yang paling penting dalam memberikan pendidikan dasar dan membentuk karakter anak serta memantau tumbuh kembang sang anak. Peran orang tua juga dibutuhkan untuk tetap menjalin hubungan yang baik dengan anak agar terbentuk pola asuh yang baik sebagaimana metinya. Penulisan menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data-data dari berbagai sumber berupa buku maupun jurnal artikel. Penelitian ini berfokus pada latar belakang terjadinya keluarga broken home dampaknya terhadap psikologi anak. Keluarga Broken Home sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Adapun latar belakang terjadinya broken home mulai dari faktor ekonomi, orang tua kurang dewasa, perselingkuhan, hingga perseraian. Faktor-faktor tersebut sangat berdampak buruk bagi psikologi anak, karena anak akan merasa batin tertekan, kehilangan semangat belajar, bahkan akan bertindak amoral untuk mencari perhatian.