Devianti Tandiallo
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Mitrasehat

FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS LOMPOE KECAMATAN BACUKIKI KOTA PARE-PARE Fitriani Abdal; Arlia; Miftahul Jannah; Devianti Tandiallo
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.403

Abstract

Latar belakang: Terdapat beberapa faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi. Faktor risiko ini diklasifikasi menjadi faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah adalah riwayat keluarga denga hipertensi, umur jenis kelamin, dan etis. Faktor risiko yang dapat diubah adalah stress, obesitas, kebiasaan merokok, kebiasaan minum alkohol, aktivitas fisik, kebiasaan konsumsi lemak dan garam berlebihan. Tujuan: penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian hipertensi. Metode: jenis penelitian observational analitik dengan rancangan penelitian yang menggunkan pendekatan kasus kontrol yaitu rancangan studi epidemiologi yang mempelajari hubungan antara paparan (faktor penelitian) dan penyakit dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol. Analisis data yang di gunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat (uji regresi logistik). Hasil: menunjukkan bahwa aktivitas fisik nilai OR 3.788 (95%IC: 1.552-9.242) adalah faktor risiko kejadian hipertensi , riwayat merokok nilai OR 1.116 (95%IC: 0.445-2.799) adalah faktor risiko kejadian hipertensi, obesitas OR 3.893 (95%IC: 1.135-7.373) adalah faktor risiko kejadian hipertensi, konsumsi garam OR 2.494 (95%IC: 1.062-5.857) adalah faktor risiko kejadian hipertensi, konsumsi lemak OR 3.373 (95%IC: 1.403-8.110) adalah faktor risiko kejadian hipertensi, shalat OR 1.173 (95%IC: 0.387-3.553) adalah faktor risiko kejadian hipertensi, riwayat diabetes mellitus OR 3.921 (95%IC: 1.448-10.613) adalah faktor risiko kejadian hipertensi. Kesimpulan: Dengan melihat faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi di puskesmas lompoe kecamatan bacukiki kota parepare maka di harapkan menjadi bahan tambahan informasi dalam pengambilan dan pembuatan kebijakan terkait upaya pengendalian dan penanggulangan penyakit tidak menular (hipertensi).
PENGARUH KONFLIK PERAN GANDA (WORK FAMILY CONFLICT) DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT WANITA DI RUMAH SAKIT ISLAM FAISAL KOTA MAKASSAR Arlia; Devianti Tandiallo; Miftahul Jannah; Mulidia Puspitasari
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.404

Abstract

Latar belakang: Work Family Conflict merupakan salah satu konflik yang sering terjadi dikalangan perawat terutama perawat yang sudah menikah. Seorang perawat harus membagi waktu untuk urusan pekerjaan dan rumah tangga. Jika work family conflict tidak bisa dihindari, maka dapat menyebabkan perawat stress dan kinerja mereka menurun. Kinerja yang maksimal sangat dibutuhkan dalam pekerjaan sebagai seorang perawat. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh pengaruh konflik peran ganda (work family conflict) dan beban kerja terhadap kinerja perawat wanitadi Rumah Sakit Islam Faisal Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis observasional analitik dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 47 responden dengan teknik total sampling dengan kriteria wanita perawat yang sudah menikah dan memiliki anak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan menggunakan path analysis sebagai teknik analisis data. Hasil: penelitian dengan uji analisis path menunjukkan konflik peran berpengaruh langsung terhadap stres. Beban kerja tidak berpengaruh langsung terhadap stres kerja. Konflik peran berpengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap kinerja perawat. Beban kerja tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja perawat, tapi berpengaruh tidak langsung ketika melalui stres kerja sebagai variabel intervening. Kesimpulan: bahwa konflik peran dan beban kerja berpengaruh terhadap kinerja perawat setelah melalui variabel stress kerja. Oleh karena itu, diharapkan perawat bisa mengelola konflik peran keluarga dan stress kerja agar dapat menghasilkan kinerja yang maksimal.