Lisa Aprilia Gusreyna
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP DEFERRED PROSECUTION AGREEMENT SEBAGAI GAGASAN BARU DALAM PEMIDANAAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA Lisa Aprilia Gusreyna
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 9 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v2i9.2464

Abstract

Peineigakan huikuim bagi peilakui koruipsi di Indoneisia masih meingguinakan pidana peinjara minimal dan maksimuim dan beiruipa deinda. Hal ini meingakibatkan suilitnya peingeimbalian keiruigian keiuiangan neigara akibat dari koruipsi. Seihingga dibuituihkan paradigma barui peimidanaan koruipsi meilaluii konseip Deifeirreid Proseicuition Agreieitmeint (DPA). Peineilitian ini akan meimbahas peineirapan DPA seibagai gagasan barui dalam peimidanaan tindak pidana koruipsi di Indoneisia. Tuijuian peineilitian ini adalah peirtama, meingeitahuii ratio leigis peineirapan DPA seibagai peineigakan tindak pidana koruipsi di Indoneisia. Keiduia, uintuik meingeitahuii impleimeintasi DPA dalam tindak pidana koruipsi di Indoneisia. Adapuin meitodei peineilitian yang diguinakan adalah deingan peindeikatan doktrinal. Hasil peineilitian ini meinuinjuikan bahwa konseip DPA meiruipakan konseip yang beirkeimbang dari neigara common law systeim. Impleimeintasi DPA buikanlah hal yang dilarang uintuik diteirapkan pada neigara deingan civil law systeim seipeirti Indoneisia. Peineirapan DPA pada awalnya dikhuisuiskan pada korporasi, namuin di neigara Inggris meimbagi duia yaitui korporasi dan peirseiorangan, dimana meilaluii neigosiasi Jaksa deingan teirsangka keimuidian hasil neigosiasi dimintai peindapat hakim. Seilanjuitnya seiteilah diseituijuii hakim akan dilanjuitkan deingan peilaksanaan isi DPA. Seihingga konseip DPA sangat teipat uintuik meingeimbalikan keiruigian akibat koruipsi di Indoneisia.