Mipa Padila
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Framing Pemberitaan Pelecehan Seksual Body Checking Finalis Miss Universe Indonesia 2023 di Media Kompas.com dan Detik.com Mipa Padila; M. Amin Sihabudin; Muslimin
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 1 No. 3 (2024): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v1i3.559

Abstract

Adanya teknologi informasi telah memberikan kemudahan dalam mengakses dan memperoleh informasi melalui media online. Karena itu, komunikasi media massa mempunyai peluang khusus untuk menyampaikan informasi kepada Masyarakat.Media Kompas.com dan Detik.com merupakan media online yang mudah diakses kapan saja dan Dimana saja melalui internet, proses penyusunan berita disusun oleh jurnalis penyusunan berita mulai dari memilih fakta, Sumber, Pemakaian kata, Gambar, Sampai penyuntingan memberi peran bagaimana kebenaran tersebut adadi hadapan publik, termasuk dalam penyampaian kasus pemberitaan pelecehan seksual yang terjadi dikalangan Perempuan. Seperti yang tengah ramai di bahas yaitu sebuah ajang kecantikan Miss Universe Indonesia mengalami pelecehan pada kasus pelecehan seksual Body Cheking terhadap finalis Miss Universe Indonesia 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja aspek-aspek penilaian Miss Universe Indonesia dan untuk mengetahui bagaimana analisis framing pemberitaan pelecehan seksual finalis Miss Universe Indonesia 2023 di media Kompas.com dan Detik.com. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif pada analisis framing model dari Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sebuah ajang kecantikkan Miss Universe Indonesia memiliki aspek beauty dan mempunyai cara tersendiri untuk mengasilkan aspek penilaian diri masing masing. Dan berdasarkan hasil penelitian di Media.com dan Detik.com menunjukkan bahwa secara sintaksiskedua media telah memenuhi unsur 5W+1H. Pada penyajian pemberitaan media Kompas.com lebih condong kepada pihak korban. Pada media Detik.com pemberitaan disampaikan sesuai secara detail, rinci dan sesuai fakta dan berimbang informasi yang disampaikan diambil dari pendapat korban dan terlapor. Masing masing media Kompas.com dan detik.com memiliki tematiknya tersendiri dan retoris pada media Kompas.com pada analisis gambar 1 dan 3 telah sesuai namun pada gambar kedua tidak sesuai dengan isi berita, dimedia detik.com semua gambar telah sesuai dengan isi berita.