Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Composite: Journal of Civil Engineering

Desain Jembatan Cable-Stayed dengan Sistem Single Plane di Jalan Tol Pandaan-Malang Hapsari, Roro; Bramantoro, Dionisius Tripriyo Arry; Yuliati, Ninik Catur Endah
Composite: Journal of Civil Engineering Vol 1, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/cjce.v1i2.9346

Abstract

Jembatan cable-stayed adalah salah satu tipe jembatan yang sesuai untuk bentang panjang dan mempunyai  tampilan yang  lebih estetis. Artikel ini menyajikan prosedur dan hasil disain jembatan cable-stayed yang meliputi disain gelagar, kabel, pylon, dan angkur. Lokasi jembatan yang dipilih adalah pada bagian ruas Jalan Tol Pandaan-Malang Exit Toll Malang. Bentang jembatan sepanjang 155 m dan lebar 20 m. Metode perencanaan menggunakan prinsip ultimate design. Berdasarkan perhitungan disain diperoleh dimensi gelagar induk menggunakan WF 900.300.18.34 ; gelagar melintang menggunakan WF 600.300.14.23 yang dipasang pada setiap jarak 5 m; gelagar memanjang menggunakan WF 400.400.13.21 dengan jarak antar gelagar 1,5 m. Kabel menggunakan ASTM A416 Grade 270 dengan variasi strand mulai dari 25-50 strands dengan konfigurasi modified fan pattern dan single plane system. Pylon direncanakan berupa kolom tunggal beton bertulang berdimensi 2,5 m x 2,5 m. Angkur menggunakan VSL SSI 2000. Angkur pada gelagar  dipasang diatas gelagar induk sedangkan angkur pada pylon ditanam menyilang dalam pylon.
Studi Inventarisasi Jembatan Menggunakan Metode Bridge Management System dan Bridge Condition Rating Budiarso, Ryandi Nurwijaya Dwi Saputra; Yuliati, Ninik Catur Endah; Susanto, Hery
Composite: Journal of Civil Engineering Vol 2, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtsc.v2i2.11040

Abstract

AbstrakSalah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian dilakukan melalui percepatan pembangunan infrastruktur khususnya jembatan. Tidak hanya terfokus pada jembatan baru tetapi juga terhadap jembatan yang telah terbangun. Inventarisasi dilakukan pada jembatan yang sudah terbangun untuk mengantisipasi kerusakan. Penelitian dilakukan pada jembatan di wilayah Kota Malang dengan tujuan mengetahui kondisi jembatan dan merekomendasikan penanganan yang tepat. Metode yang digunakan adalah metode Bridge Management System (BMS) dan Bridge Condition Rating (BCR). Hasil inventarisasi dengan metode BMS menunjukkan  bahwa 21% jembatan memiliki nilai 3 (jembatan membutuhkan rehabilitasi) dan 79% jembatan memiliki nilai  0-2 (memerlukan pemeliharaan rutin). Pada metode BCR, 79% jembatan bernilai 5-6 (memerlukan pemeliharaan rutin) dan 21% jembatan bernilai 3,001-4,999 (memerlukan rehabilitasi). Secara keseluruhan menunjukkan kondisi jembatan di wilayah Kota Malang memerlukan pemeliharaan rutin dan rehabilitasi.
Pengaruh Konsentrasi Larutan NaCl terhadap Laju Korosi Tulangan dan Gaya Tekan Kolom Pedestal Terkorosi Maulana, Abdul Sigit; Bramantoro, Dionsius Tripriyo Arry; Yuliati, Ninik Catur Endah; Sunarminingtyas, Nila Kurniawati
Composite: Journal of Civil Engineering Vol. 3 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/cjce.v3i2.14176

Abstract

Beton bertulang terdiri dari material beton yang diperkuat tulangan baja sehingga mempunyai kekuatan menahan tegangan tekan dan tarik. Korosi pada tulangan baja mempengaruhi kekuatan struktur beton bertulang. Salah satu penyebab korosi tulangan adalah NaCl yang terdapat pada air laut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi larutan NaCl terhadap laju korosi baja tulangan dan akibatnya terhadap kekuatan tekan aksial kolom beton bertulang pedestal. Benda uji berupa 14 buah kolom pedestal dengan ukuran 15×15 ×30 cm. Laju korosi diamati dengan metode galvanostatik dengan cara merendam benda uji dalam larutan NaCl dengan variasi konsentrasi 3.5%, 5% dan 7% selama 10 hari. Laju korosi dihitung dengan metode weight lose  berdasarkan ASTM G31, sedangkan kuat tekan kolom pedestal diperoleh dengan memberi gaya tekan konsentris pada benda uji. Hasil pengujian menunjukkan konsentrasi larutan NaCl berpengaruh terhadap laju korosi baja tulangan dan kekuatan tekan kolom pedestal. Konsentrasi larutan NaCl tertinggi menyebabkan laju korosi terbesar, yaitu 23444 mpy dengan penurunan kuat tekan sebesar 21.22 %.
Kajian Diameter Tulangan Pengekang Hoop Persegi Mutu Rendah terhadap Kuat Tekan Beton Pedestal Terkekang Almarai, Maria Adrevi; Bramantoro, Dionysius Triprijo Arry; Yuliati, Ninik Catur Endah
Composite: Journal of Civil Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/cjce.v4i2.15429

Abstract

Pengekangan adalah salah satu teknik yang digunakan untuk meningkatkan kinerja beton terhadap gaya tekan, diantaranya adalah pada komponen pedestal. Salah satu parameter pada tulangan pengekang yang digunakan adalah diameter tulangan pengekang. Penelitian ini menggunakan tulangan pengekang hoop persegi dengan variasi diameter Ø4,5 dengan fy = 303,16 MPa, Ø5,5 dengan fy = 325,48 MPa dan Ø6 dengan fy = 340,96 MPa, dan mutu beton f’c = 32,15 MPa. Kuat tarik baja yang digunakan adalah mutu rendah dengan nilai fy<400 MPa, dimensi beton pedestal adalah 150 x 150 x 300 mm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 28 hari sesuai dengan ASTM C39/C39M-22 tentang Standard Test Method for Compressive Strength of Cylindrical Concrete Specimens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter tulangan pengekang dengan mutu rendah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kuat tekan pedestal. Hasil kuat tekan rata-rata dari benda uji dengan variasi diameter tulangan pengekang Ø4,5, Ø5,5, dan Ø6 berturut-turut sebesar 36,34 MPa, 38,24 MPa dan 41,41 MPa dengan persentase kenaikan sebesar 11,53%, 15,92% dan 22,36% dibandingkan dengan beton pedestal tanpa pengekang.