Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGENDALIAN KUALITAS KERETA BARANG UGL PADA PROSES PENGECATAN DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (STUDI KASUS PT INKA MULTI SOLUSI) Mahaputri, Alfa Izma; Novareza, Oyong
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol. 11 No. 8 (2023):
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silakan menghubungi author melalui email izmaalfa@gmail.com atau novareza15@ub.ac.id Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2023
ANALISIS DAN PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PENGECATAN KERETA BARANG UGL MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) (STUDI KASUS: PT INKA MULTI SOLUSI) Mahaputri, Alfa Izma; Novareza, Oyong
Jurnal Rekayasa Sistem dan Manajemen Industri Vol. 3 No. 5 (2026): Jurnal Rekayasa Sistem & Manajemen Industri
Publisher : Departemen Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jrsmi.2026.03.05.05

Abstract

PT INKA Multi Solusi adalah anak perusahaan dari PT INKA (Persero). PT INKA Multi Solusi merupakan perusahaan yang menggunakan sistem produksi make to order. Perusahaan United Group Limited Rail meminta kepada PT INKA Multi Solusi untuk memproduksi 262 kereta barang UGL dalam waktu 20 bulan saja. Dalam proses produksi, di proses pengecatan primer part kecil terdapat 5 jenis cacat, yaitu sagging, orange peel, dry spray, seeds dan ketebalan <200 microns. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi produk cacat yaitu dilakukan metode FMEA. Hasil penelitian dapat diketahui nilai RPN tertinggi yaitu sebesar 315 pada mode kegagalan ketebalan <200 microns dengan penyebab kegagalan berupa kesalahan teknik pengecatan oleh operator dan operator melakukan proses pengecatan dengan terburu-buru. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi cacat pada proses pengecatan yaitu membuat SOP yang lebih merinci, briefing dan evaluasi kerja, dilaksanakannya pelatihan, menyediakan peralatan kerja yang mamadai memastikan supplier cat, dan memastikan workstation tetap bersih.