Wicaksono, Thomas Ari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Subjective Well-Being Among Unemployed Early Adults: The Role of Optimism and Unemployment Duration Across Genders Wicaksono, Thomas Ari; Utami, Margaretha Sih Setija
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.17589

Abstract

Subjective well-being (SWB) is an essential aspect of life. The higher a person's well-being level, the higher their quality of life. This research aims to know the correlations between the duration of unemployment, gender, and optimism with the subjective well-being of unemployed early adults. The research hypotheses are: 1) There is a relationship between duration of unemployment and optimism and subjective well-being; 2) There are many differences in subjective well-being between male and female unemployed early adults. The subjects of this research are early adults who are unemployed or starting a business and currently reside in Central Java. The subjects involved in this research are 159 respondents. The measuring instruments used are an optimism scale and a subjective well-being scale created by researchers. Both measuring instruments have been tested for validity and reliability. The data analysis techniques are multiple regression analysis and t-test. The research results show 1) there is a correlation between the duration of unemployment and optimism with subjective well-being (R= 0.737, Adjusted R Square = 0.537, F: 92.477, p< 0.05); 2). There is no significant difference in subjective well-being between males and females unemployed in early adulthood (t=1.453, p>0.05) Kesejahteraan subjektif adalah aspek penting dalam kehidupan. Semakin tinggi tingkat kesejahteraan seseorang, maka semakin tinggi pula kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama menganggur, jenis kelamin, dan optimisme dengan subjective well-being pada dewasa awal yang menganggur. Hipotesis dari penelitian ini adalah: 1) Terdapat hubungan antara durasi menganggur dan optimisme dengan kesejahteraan subjektif; 2) Terdapat perbedaan kesejahteraan subjektif antara laki-laki dan perempuan dewasa awal yang menganggur. Subjek penelitian ini adalah orang dewasa awal yang sedang menganggur atau memulai usaha dan berdomisili di Jawa Tengah. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 159 responden. Alat ukur yang digunakan adalah skala optimisme dan skala kesejahteraan subjektif yang dibuat oleh peneliti. Kedua alat ukur tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan 1) ada hubungan antara durasi menganggur dan optimisme dengan kesejahteraan subjektif (R= 0,737, Adjusted R Square = 0,537, F: 92,477, p0.05)
The Impact of TikTok Social Media on Users: A Neuropsychological Perspective Wicaksono, Thomas Ari; Reformasianto, Viki Love; Mufidah, Diffani; Anggelina, Elsa; Wimbarti, Supra; Kusrohmaniah, Sri
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i3.15920

Abstract

TikTok has a personalized algorithm and is designed with a user-centered approach, which raises concerns about the impact it will have on cognitive function and user behavior. There is a lack of literature that discusses the integration of topics between the impact of TikTok algorithms on cognitive function and user behavior. This study uses the literature review method by collecting and selecting relevant literature from various databases to compile information about the impact of using TikTok on cognitive function and individual behavior in one scientific article. Based on the results of a review of 14 literatures, TikTok has a negative impact on several areas in the brain. The areas affected by using Tiktok are the user's reward system, activation of the default mode network (DMN) and ventral tegmental area (VTA), decreased gray matter volume (GMV) in the amygdala, and affect the hippocampus. Then, the impact of Tiktok on individual behavior includes decreased concentration, impulsivity in making decisions, and addictive behavior. Therefore, the use of TikTok needs to be balanced with awareness of the potential impact behind it and wise choices for its use.TikTok memiliki Algoritma yang dipersonalisasi dan dirancang dengan pendekatan yang berpusat pada pengguna atau user-centered, hal ini menimbulkan kekhawatiran pada dampak yang akan dihasilkan pada fungsi kognitif dan perilaku pengguna. Kurangnya literatur yang membahas mengenai integrasi topik antara dampak algoritma Tiktok pada fungsi kognitif dan perilaku pengguna. Studi ini menggunakan metode literature review dilakukan dengan mengumpulkan dan menyeleksi literatur yang relevan dari berbagai database untuk menghimpun informasi mengenai dampak penggunaan Tiktok pada fungsi kognitif dan perilaku individu dalam satu artikel ilmiah. Berdasarkan hasil tinjauan dari 14 literatur, Tiktok memberi dampak negatif terhadap beberapa area di otak. Area yang terdampak dari penggunaan Tiktok yaitu reward system pengguna, aktivasi area default mode network (DMN) dan ventral tegmental area (VTA), penurunan grey matter volume (GMV) pada amygdala, dan mempengaruhi hippocampus. Kemudian, dampak Tiktok terhadap perilaku individu di antaranya menurunnya konsentrasi, impulsif dalam mengambil keputusan, dan perilaku adiktif. Karenanya, penggunaan Tiktok perlu diimbangin dengan kesadaran akan dampak potensial dibaliknya serta pilihan-pilihan bijak untuk penggunaannya.