Ratnawati, Anita Dewi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Training the Assertiveness of Adolescent Victims of Dating Violence Ratnawati, Anita Dewi; Nurhayati, Elli
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i4.11332

Abstract

Victims who experience dating violence are afraid to reveal what they really think or feel, so they tend to be less assertive. One way that can be used to increase assertive behavior is through assertive training, assertive behavior can be learned because it is a form of behavior and not a personality trait. The long-term goal of this research is to help the ability to behave assertively in adolescent victims of dating violence, so that in the future they can protect themselves from acts of violence that might happen to them. The Pre-Test and Post-Test were given to the participants to measure the participant's assertive behavior. Participants in this group intervention totaled 6 people with the criteria namely young women aged 15-18 years, had experienced dating violence such as verbal and emotional violence (threats, yelled at, harsh words, etc.), physical violence (hitting, pressing, pushing, etc.), sexual violence (unwanted touching, unwanted kissing), and having a low score and moderate in assertive behavior. Based on the research results it can be concluded that there is a significant effect of assertive training on assertive behavior in adolescent victims of dating violence.Korban yang mengalami kekerasan dalam pacaran takut untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya mereka pikirkan atau mereka rasakan, sehingga mereka cenderung tidak asertif. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku asertif yaitu melalui pelatihan asertif, perilaku asertif dapat dipelajari karena merupakan suatu bentuk perilaku dan bukan sifat dari kepribadian. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini yaitu untuk membantu kemampuan berperilaku asertif pada remaja korban kekerasan dalam pacaran, agar ke depannya mereka dapat menjaga diri dari tindak kekerasan yang mungkin akan terjadi kepada mereka. Pre-Test dan Post-Test diberikan kepada para peserta untuk mengukur perilaku asertif peserta. Peserta Intervensi kelompok ini berjumlah 6 orang dengan kriteria yakni remaja putri usia 15-18 tahun, pernah mengalami kekerasan dalam pacaran seperti kekerasan verbal dan emosi (ancaman, membentak, perkataan kasar, dll), kekerasan fisik (memukul, mendesak, mendorong, dll), kekerasan seksual (sentuhan yang tidak diinginkan, ciuman yang tidak diinginkan), dan memiliki skor rendah dan sedang dalam berperilaku asertif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari pelatihan asertif terhadap perilaku asertif pada remaja korban kekerasan dalam pacaran.