Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WANPRESTASI JUAL BELI ONLINE MENURUT PASAL 1243 KUHPERDATA DAN HADITS ABU DAWUD DAN AL HAKIM Revameila Susanti; Tajul Arifin
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v5i1.3877

Abstract

Di era digital, aksesibilitas menjadi lebih mudah melalui internet, memungkinkan perdagangan online berkembang pesat. E-commerce, sebagai wujud perdagangan elektronik, telah memperluas sistem perdagangan global. Namun, wanprestasi dalam transaksi jual beli masih merupakan masalah. Wanprestasi terjadi saat salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya tanpa alasan yang sah, termasuk dalam hal pengiriman barang cacat atau pembayaran yang terlambat. Tulisan ini menganalisis konsep wanprestasi dari perspektif hukum positif, termasuk undang-undang dan perspektif Islam. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami implikasi hukum dan moral, dengan data primer dari Al-Qur'an dan hadits serta literatur hukum Islam. Studi kasus dianalisis untuk memahami wanprestasi jual beli secara praktis. Hukum Islam, dengan prinsip-prinsip kejujuran dan keadilan, menegaskan bahwa pelanggaran terhadap kontrak tidak didukung oleh Allah. Dalam konteks e-commerce, penting bagi kedua belah pihak untuk mematuhi syarat kontrak. Wanprestasi dapat mengakibatkan pembatalan kontrak, khususnya jika dilakukan oleh pihak yang tidak waras. Pasal 1243 mengatur bahwa perjanjian yang dibuat oleh orang yang tidak waras dapat dibatalkan untuk melindungi pihak yang terkena dampak negatif.
Tindak Pidana Perbankan di Indonesia: Analisis Yuridis terhadap Jenis Kejahatan dan Pertanggungjawaban Pidana Revameila Susanti; Muhammad Haidar Pasha; Teguh Abdurrohman Shodiq
Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry Vol 1 No 2 (2025): December: Custodia: Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/rrtwa083

Abstract

This study aims to examine banking crimes in Indonesia by focusing on the classification of types of banking offenses and the forms of criminal liability that may be imposed on perpetrators. The analysis is grounded in the recognition that the banking sector plays a strategic role in the national economy, such that any legal violation in this field has the potential to cause systemic losses and undermine public trust. The research employs a normative juridical method with a statutory approach, particularly referring to Law Number 7 of 1992 as amended by Law Number 10 of 1998 on Banking. The findings indicate that banking crimes encompass acts related to licensing, bank secrecy, supervision and regulation, as well as banking business activities, each of which is subject to strict criminal sanctions. Furthermore, criminal liability is not confined to individuals but may also be imposed on corporations and their management. This study underscores the importance of consistent enforcement of banking criminal law to ensure a sound, accountable, and equitable banking system.