Latar belakang : Pertambahan penduduk lansia di Kalimantan Barat, menurut Badan PusatStatistika (BPS) Provinsi Kalimantan barat, pada tahun 2015, mengalami peningkatan yaitu 325,506 jiwa. Peningkatan jumlah penduduk lansia ini menimbulkan berbagai masalah sosial,ekonomi dan kesehatan. Beberapa masalah kesehatan yang sering terjadi pada usia lanjut antaralain gangguan fungsi kognitif dan keseimbangan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan,didapatkan bahwa Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma merupakan panti sosial yangmemiliki jumlah lansia terbanyak di Kubu Raya. Lansia yang mengalami penurunan fungsikognitif, diperlukan suatu cara guna mencegah penurunan fungsi kognitif tersebut, satudiantaranya dengan menggunakan terapi senam otak.Tujuan : Mengetahui pengaruh senam otak terhadap perubahan daya ingat (fungsi kognitif) padalansia di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kubu Raya.Metodelogi : Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan quasy experiment dengan timeseries design. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.Sampelpenelitian berjumlah 26 responden. Penilaian skor fungsi kognitif menggunakan kuesionerMontreal Cognitife Assesment Versi Indonesia (Mo-CA-Ina) untuk membandingkan skor fungsikognitif sebelum dan sesudah dilakukan senam otak. Analisis Data diambil menggunakan ujiRepeated ANOVA.Hasil : Rerata skor fungsi kognitif sebelum dan sesudah dilakukan senam otak adalah 15,038(pretest), 19,92 (Posttest 1), 21,73 (Posttest 2), 24,12 (Posttest 3), 26,04 (Posttest 4). Terdapatpeningkatan bermakna skor fungsi kognitif antara sebelum dan sesudah senam otak (p0,05).Kesimpulan : Senam otak dapat meningkatakan daya ingat (fungsi kognitif) pada lansia di PantiSosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kubu Raya.Kata Kunci : Lansia, fungsi kognitif, senam otak.