Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Hay System Dalam Penentuan Job Grading Untuk Peningkatan Kinerja Karyawan dan Performa Perusahaan Pamungkas, Puguh Wiji; Bagyo, Yupono
PUBLIC CORNER Vol 18 No 2 (2023): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v18i2.2857

Abstract

Organisasi pemerintah termasuk perusahaan swasta sering menghadapi persoalan pada evaluasi kinerja karyawan atau sumber daya manusia (humas resources). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan model hay system dalam penentuan job grading berdasarkan penilaian jabatan di organisasi pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Umum (RSU) Wajak Husada Malang, Jawa Timur. Dari penelitian yang dilakukan model hay system dalam penentuan job grading memiliki peran penting dalam pengklasifikasian jabatan dan pekerjaan pada jabatan tertentu. Selanjutnya membawa manfaat terhadap penggajian dan evaluasi kinerja karyawan. Job grading dapat meningkatkan kinerja sumber daya manusia (human resources) sehingga lebih optimal. Hal tersebut membawa dampak positif terhadap institusi pelayanan kesehatan RSU Wajak, dilihat dari bertambahnya jumlah kunjungan pasien, baik yang rawat inap maupun rawat jalan. Penelitian ini menggunakan model kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi di lokasi penelitian, dan wawancara mendalam bersama para informan. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya dilakukan di satu rumah sakit saja, pada tahun 2022. Untuk itu diperlukan penelitian lebih lanjut di rumah sakit lain atau di institusi pemerintah.
Uang Tidak Berkuasa: Bukti Baru dari Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia Hidayaturrahman, Mohammad; Ubaid, Ahmad Hasan; Pamungkas, Puguh Wiji; Sugiantiningsih, Anak Agung Putu
Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 24 No 2 (2025)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/njip.v24i2.879

Abstract

Many studies have shown that money has power in political contestation in Indonesia, including research by Burhanuddin Muhtadi, Edward Aspinall, and others. This research finds the opposite: money does not confer power in political contestation in Indonesia. This is based on findings from regional head elections held simultaneously across 270 regions in Indonesia for the 2020-2025 period. Sixty business actors are running as candidates for regional heads and their deputies. Of this number, only 17 business pairs were regional head candidates and won the contest, or 28.3 percent. Forty-three candidate pairs from business backgounds lost the election, representing 71.7 percent of the total. This is relevant to the Kompas survey conducted in July 2020, which showed that 69.4 percent of voters did not pay attention to the money politics distributed by the candidates. Voters still receive the money distributed but vote according to their conscience. Money is not the main factor that determines the victory of a regional head candidate. There are many other factors, such as communication and the closeness of regional head candidates to voters. This research uses analytical qualitative methods, and data collection is carried out by searching for documents in trusted online media, both national and local. It would be no less attractive if further research examined whether the involvement of business actors in regional head elections is more successful when they become political investors or direct candidates.