Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Dalam Mengelompokkan Kualitas Kacang Kedelai Di Rumah Tempe A-Zaki Padang Nissa, Ika Ima; Yuhandri, Y; Nurcahyo, Gunadi Widi
Jurasik (Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika) Vol 9, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/jurasik.v9i1.737

Abstract

Soybeans are a legume that has quite high protein levels. This Decision Support System uses the Simple Additive Weighting (SAW) method. This method has seven stages, namely determining the criteria and criteria weight values, determining the suitability rating of each alternative for each criterion, determining the normalization value and weight attribute, determining the decision matrix, determining the normalized matrix value, calculating the matrix by adding up the respective criteria matrices, alternatively do Ranking. The data processed in this research comes from Rumah Tempe A-Zaki Padang. The data consists of 4 alternatives, namely green soybeans, yellow soybeans, black soybeans, brown soybeans with 5 assessment criteria, namely color, texture, cost, aroma, taste which are used to apply the Simple Additive Weighting (SAW) method. The results of this research are that green soybeans have the highest value with a yield of 0.8525, yellow soybeans with a yield of 0.755, brown soybeans with a yield of 0.6345 and the lowest value with a yield of 0.6275. Therefore, the Decision Support System designed can help increase accuracy in determining the quality of soybeans using the Simple Additive Weighting (SAW) method and provide information for Rumah Tempe A-Zaki Padang in making decisions regarding the best quality of soybeans.
Implementasi Metode TOPSIS dalam Pemilihan Kain Tenun Terbaik Nissa, Ika Ima; Kristiyanto, Arip; Sandi, Leo
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i4.6422

Abstract

Kain tenun merupakan tekstil tradisional yang dibuat dengan menyilangkan benang pakan dan lungsin, baik secara manual maupun menggunakan alat tenun. Permasalahan yang terjadi dalam pemilihan kain tenun terbaik saat ini masih dilakukan secara manual, sehingga kurang efisien dan berisiko menimbulkan ketidaktepatan dalam pengambilan keputusan. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini merancang sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode TOPSIS dipilih karena mampu menyelesaikan masalah pemilihan alternatif berdasarkan berbagai kriteria yang relevan. Data dalam penelitian ini diambil dari Kain Tenun Padi Sarumpun dengan lima alternatif motif: Tulip, Tapak Manggih, Rangkiang, Pucuak Rabuang, dan Padi Sarumpun. Penilaian dilakukan berdasarkan empat kriteria: harga, tingkat kesulitan, kualitas bahan, dan proses pembuatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Motif Pucuak Rabuang memiliki nilai tertinggi (0,7304), sehingga dinilai sebagai kain tenun terbaik. Sistem ini mampu membantu dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam proses seleksi, serta memberikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh pihak pengelola tenun. Dengan demikian, SPK berbasis TOPSIS terbukti efektif dalam pemilihan kain tenun terbaik.
Pelatihan Teknologi Artificial Intelligence dan Prompt untuk Peningkatan Keterampilan Siswa Desain Komunikasi Visual di SMKS Mulia Hati Insani Parwati, Hauli; Pane, Ceisar Filip; Nur, Alfin; Agustin, Geri Undadela; Riziq, Habil; Silpyana, Pelya; Feiza, Rahadian; Nissa, Ika Ima
Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan Vol 3 No 1 (2026): JUPITER April 2026
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jupiter.3.1.106

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang Desain Komunikasi Visual (DKV) semakin penting, namun kemampuan siswa dalam menyusun instruksi (prompt) yang efektif masih terbatas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan siswa dalam memanfaatkan AI melalui pelatihan prompt engineering berbasis model CORE (Context, Objective, Role, Expectation). Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi interaktif, demonstrasi penggunaan berbagai platform AI, praktik langsung penyusunan prompt, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan pada 26 siswa kelas XI DKV di SMKS Mulia Hati Insani. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek yang diukur. Rata-rata skor peserta meningkat dari 51% pada pretest menjadi 86% pada posttest, dengan peningkatan sebesar 35%. Peningkatan tertinggi terdapat pada aspek pemahaman AI generatif untuk desain (40%), diikuti kemampuan menyusun prompt efektif (37%), pemahaman konsep dasar AI (33%), dan minat penggunaan AI dalam pembelajaran (30%). Selain itu, lebih dari 85% peserta mengalami peningkatan skor di atas 30 poin. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menyusun prompt yang lebih terstruktur dan menghasilkan output desain yang sesuai dengan kebutuhan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis model CORE efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam penggunaan AI untuk proses kreatif. Meskipun demikian, keterbatasan perangkat dan akses internet masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan program lanjutan yang terintegrasi dalam pembelajaran untuk mendukung pemanfaatan AI secara berkelanjutan.