Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Symbol of Pak Ngambung Figure in Sukuraga Puppet Anugrah, Riana Putri
Calakan : Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2023): (Juli)
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/calakan.v1i2.38

Abstract

This study is aims to explain the symbol and the meaning of Pak Ngambung Figure in Sukuraga Puppet. Sukuraga puppets is an original art from Sukabumi. Sukuraga puppets is one of the arts that belongs to the category of contemporary puppets, because it brings out stories and characters that are unique to this puppets itself. The characters are named and shaped like body part, such as Pa Anon (panon) meaning eyes, pa gambung (irung) meaning nose, mullut or mouth, Ceu Pil (Ceupil) meaning ears, lengeun (hands), kudu leumpang (kaki) and so on. One of the characters from the sukuraga puppets that the author considers to be quite interesting is the character pa bung (irung) or nose. The nose in our body has a very important role, because the nose functions to breathe. in this study using descriptive qualitative method. the writer collects data qualitatively and describes it in a descriptive way.
KRITIK SOSIAL TERHADAP KERUSAKAN ALAM PADA FILM DISNEY BAMBI Anugrah, Riana Putri
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v6i2.11549

Abstract

Menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini merupakan hal yang krusial dalam membentuk generasi yang mencintai alam. Masa anak-anak adalah fase penting dalam pembentukan pola pikir dan sikap, sehingga upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan pada masa ini menjadi sangat tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kritik sosial terhadap kerusakan alam yang tergambarkan dalam film Bambi pada tahun 1942 produksi Walt Disney. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis adegan-adegan film yang mengandung kritik sosial terhadap aktivitas manusia terhadap alam. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam film Bambi, manusia digambarkan sebagai penghancur lingkungan melalui aktivitas seperti perburuan, penembakan, pembakaran, dan perusakan ekosistem. Film Bambi tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi yang menyampaikan pesan penting mengenai pelestarian lingkungan dan dampak buruk dari ketidakseimbangan manusia terhadap alam. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana film dapat berfungsi sebagai sarana atau alat pendidikan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan pada anak-anak sejak dini. Kata kunci: Bambi; disney; kerusakan alam; kritik sosial; sastra anak.
KRITIK SOSIAL TERHADAP KERUSAKAN ALAM PADA FILM DISNEY BAMBI Anugrah, Riana Putri
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v6i2.11549

Abstract

Menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini merupakan hal yang krusial dalam membentuk generasi yang mencintai alam. Masa anak-anak adalah fase penting dalam pembentukan pola pikir dan sikap, sehingga upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan pada masa ini menjadi sangat tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kritik sosial terhadap kerusakan alam yang tergambarkan dalam film Bambi pada tahun 1942 produksi Walt Disney. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis adegan-adegan film yang mengandung kritik sosial terhadap aktivitas manusia terhadap alam. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam film Bambi, manusia digambarkan sebagai penghancur lingkungan melalui aktivitas seperti perburuan, penembakan, pembakaran, dan perusakan ekosistem. Film Bambi tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi yang menyampaikan pesan penting mengenai pelestarian lingkungan dan dampak buruk dari ketidakseimbangan manusia terhadap alam. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana film dapat berfungsi sebagai sarana atau alat pendidikan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan pada anak-anak sejak dini. Kata kunci: Bambi; disney; kerusakan alam; kritik sosial; sastra anak.