Arabi, Axsel
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Situasi Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir Perlis Di Kecamatan Berandan Barat Kabupaten Langkat Arabi, Axsel
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Sosial dan Politik [JIMSIPOL] Vol 2, No 5 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.69 KB)

Abstract

Kehidupan sosial para nelayan di desa Perlis Kecamatan Berandan Barat Kabupaten Langkat begitu memperihatinka. Hal ini disebabkan karena para nelayan secara pendidikan mereka sangat rendah dari 8 informan yang diwawancarai tidak ada yang menempuh pendidikan sekolah menengah atas. Kehidupan ekonomi para nelayan di desa Perlis Kecamatan Berandan Barat Kabupaten Langkat juga begitu tidak baik, ini dapat terlihat dari rendahnya angka pendapatan mereka. Dilihat dari tempat tinggal juga tidak terlalu layak dan nyaman untuk ditempati. peran pemerintah dalam membuat kebijakan seperti pelatihan dan peminjaman dana agar para nelayan memiliki keahlian dibidang lain jikalau hasil dari melaut kurang mencukupi ataupun jikalau para nelaya ingin menambah pendapata untuk keluarga. Perlu adanya evaluasi ataupun pengawasan ulang terhadap para nelayan agar para nelayan memiliki kehidupan ekonomi yang memadai. Para nelayan yang masih mempunyai anak dalam usia sekolah diharapkan untuk menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang yang lebih tinggi seperti SMA/SMK dan perguruan tinggi karena dengan modal dasar pendidikan yang tinggi setidaknya mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak untuk mengangkat status sosial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir Perlis Kec. Babalan Kab. Langkat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Pada penemuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik Data melalui metode observasi, metode wawancara (interview). Jumlah informan atau narasuber dalam penelitian ini sebanyak 8 orang Nelayan yang memiliki status sebagai pencari nafkah.