Kebutuhan batu belah pada kontruksi jalan raya sangtlah besar, dimana dalam setiap kontruksi perkerasan jalan raya bahan utama agregat adalah batu belah yang bersifat tidak bisa di perbarui. Akibatnya hari demi hari untuk mendapatkan batu belah semakin sulit, dan semakin mahal. Sehingga di perlukan bahan alternatif sebagai penggantinya. Baham pengganti yang di maksut dalam penelitian ini adalah Limbah ayakan pasir, dimana di setiap kontruksi sebuah bangunan limbah ini tidak di guanakan dan hanya di buang sia – sia tanpa adanya proses pemanfaatan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik marshall campuran lastoan AC, antara abu batu dan limbah ayakan pasir. sehingga dapat mengetahui nilai VMA, VFA, VIM dan stabilitas pada kedua matrial tersebut, apakah memenuhi syarat sesuai dengan Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 (revisi 3). Penelitian ini menggunakan metode experimen di laboratorium Teknik Sipil Uiversita Nahdlotul Ulama Jepara (UNISNU), dengan benda uji yang terbuat dari campuran AC – BC . Pengujian ini menggunakan 18 sampel uji, dimana pada setiap jenis matrial terdiri dari 9 sampel dengan 3 sampel di setiap jenis kadar aspal ( 5%, 5,5%, dan 6% ). Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan alat uji marshall untuk mendapatkan nilai kelelehan dan stabilitas. Dari hasil perhitungan di dapat nilai setabilitas pada matrial abu batu dengan kadar aspal 5% sebesar 2071,46 kg , 5,5% sebesar 3682,60 kg , dan kadar aspal 6% sebesar 2095,07 kg. Sedangkan pada matrial limbah ayakan pasir dengan kadar aspal 5% di dapat nilai sebesar 2386,46 kg, 5,5% sebesar 1954,91 kg dan kadar aspal 6% sebesar 2351,20 kg.,