Supriyanto, Boby
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Audit Keamanan Website Menggunakan Acunetix Web Vulnerability (Studi Kasus Di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru) Supriyanto, Boby; Sumijan; Yuhandri
Computer Science and Information Technology Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Computer Science and Information Technology (CoSciTech)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/coscitech.v5i1.6705

Abstract

Perkembangan teknologi informasi berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan penggunanya. Contoh dari perkembangan teknologi adalah penggunaan website untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Website merupakan kumpulan halaman web yang dapat diakses secara publik. Website dapat terdiri dari teks, gambar, video, dan media suara lainnya. Namun dengan berkembangnya suatu teknologi, maka perkembangan kerentanan atau serangan terhadap teknologi tersebut juga bertambah. Berdasarkan laporan tahunan monitoring keamanan siber tahun 2021 oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), terdapat lebih dari 1,6 miliar serangan siber yang telah terjadi di Indonesia. Penelitian ini akan menggunakan Acunetix Web Vulnerability Scanner (WVS) untuk mengaudit keamanan website SMK Muhammadiyah 2 Terpadu Pekanbaru (SMK MUTI). Penelitian ini akan mengkaji kelemahan keamanan website SMK MUTI dan membahas bagaimana Acunetix Web Vulnerability dapat membantu dalam meningkatkan tingkat keamanan website tersebut. Metode Vulnerability Assessment (VA) yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel, sehingga memungkinkan untuk memperjelas hasil analisis yang dilakukan dalam meng-audit. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil scanning iterasi 1 yang dilakukan, website SMK MUTI berada pada level ancaman 3 tergolong tinggi dengan ditemukan 192 peringatan atau kerentanan, dimana 2 diantaranya berada pada level tinggi dan 11 berada pada level sedang. Berdasarkan audit, dilakukan perbaikan dan pengujian pada penelitian di situs SMK MUTI ini, hasil yang telah dilakukan tingkat ancaman yang dicapai berada pada level 1, dimana pada level tinggi, jumlah kerentanan menjadi 0 dan tingkat dukungan juga menjadi 0, sehingga dapat disimpulkan bahwa situs SMK MUTI saat ini dengan status level 1 dapat bebas dari kerentanan keamanan.
COUNSELING MODEL BASED ON BACKWARD CHAINING OF STUDENT BEHAVIOR AT SMK 10 MUHAMMADIYAH KISARAN Amin, Muhammad; Supriyanto, Boby; Tamaza, Muhammad Abyanda; Asy’ari, Ilham; Fadillah, Riszki
JURTEKSI (jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol. 10 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v10i1.2811

Abstract

Student development includes conduct as a key component. Student behavior becomes crucial in deciding how successful students will be in different spheres of life. The variety of student behavior can hinder the learning process and personal development of students. Through the development of an expert system-based counseling model based on backward chaining, this study seeks to discover trends in student behavior. The research process starts with problem analysis, goal setting, literature study, data collection, system design and implementation, and results analysis. It then moves on to counseling model development and implementation in the school setting. To determine the reasons for the unruly behavior of the kids, data were analyzed using a backward chaining methodology. UML Usecase diagrams are used in system design to define the roles of actors and users. The established counseling model, which consists of 14 behaviors, 67 phenomena/symptoms, and 14 rules, focuses on goals and methods to modify student behavior. Three students underwent system testing based on previously achieved goals from therapy. The findings revealed "Smoking," "Emotional Problems," and "Fighting" among the student behaviors. When the Backward Chaining-based counseling model is used, it is simpler for homeroom teachers to gather information about students' conduct from them and to offer remedies based on the transfer of professional knowledge without having to wait for the counselor guidance procedure