irmasani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENELAAH WAJHU SYIBHI PADA TASYBIH TAMTSILI YANG ADA DI MAHFUDZOT KELAS 2 KMI irmasani
Lisan An Nathiq : Jurnal Bahasa dan Pendidikan Bahasa Arab Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lan.v5i2.5790

Abstract

Para ahli balaghah sepakat bahwa kajian ilmu bayan mencakup tiga hal, yaitu : Tasybih, Majaz dan Kinayah. Tasybih sebagai salah satu hal yang menarik dari ilmu bayan untuk dikaji lebih mendalam karena memerlukam penelaahan terhadap rukun –rukunnya. Tasybih atau penyerupaan adalah langkah awal untuk memjelaskan sifat, dengan tasybih ini maka kita dapat menambah beberapa gambaran mengenai penyerupaan. Tasybih merupakan penyamaan sesuatu dengan sesuatu yang lain dengan menggunakan perangkat tasybih untuk mengumpulkan keduanya ( Abbas, 1987 :17). Wajh Syibh sebagai salah satu rukun dari tasybih adalah sifat yang sama terdapat pada musyabbah dan musyabbah bih, jadi sifat yang sama yang terdapat diantara keduanya. Dalam hal ini yang dikaji adalah tasybih tamstili yaitu, tasybih yang wajhus syibh berupa gambaran yang diambil dari hal yang berbilang. Tasybih Tamtsili merupakan tasybih yang wajh syibhnya terdiri banyak hal. Didapati wajh syibh pada tasybih tamtsili pada KMI Mahfuzot kelas 2, merupakan bentuk murokkab, bukan mufrod. Wajh Syibh pada mahfuzot tersebut tidak bisa kita temukan hanya dengan sekali baca, tetapi kita juga harus memahami makna terdalam dari mahfuzot tersebut. Pada mahfuzot kelas 2 KMI, terdapat 5 syair yang berisi tasybih tamtsili yang bisa kita pahami wajh syibhnya. Dengan menelaah arti wajh syibh pada mahfuzot ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami dari segi terjemahan saja, tetapi juga memahami makna terdalamnya.