Suhaimi Suhaimi
Universtas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Muhammad Abduh Dan Ijtihadnya Dalam Bidang Pendidikan Suhaimi Suhaimi
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v5i1.303

Abstract

Since the arrival of Napoleon Bonaparte to Egypt in the late 19th century AD, the Islamic world can be said to have been aware of the lag in many areas including in the field of education. Therefore, among the scholars at the same time Muslim intellectuals in the Islamic world when it started thinking to bounce back and catch up with the Islamic world experienced such a variety of ways that may be carried out according to the conditions at that time. Among them was Sheikh Muhammad Abduh. In the course of his life, Abduh has done ijtihad and renewal through the various ideas put forward ideas or even gets serious challenges from various parties, including the scholars of al-Azhar itself. But all of that does not make him despair and retreat, so that his ideas had a great influence for the next generation. Abduh brilliant ideas include the fields of education, legal, social, administrative, political and others. This article only focuses his discussion on his thoughts about education which would still be relevant to observe in order to be an afterthought for students of education in this country. Abduh's ideas include the following educational objectives, curriculum, methods and the importance of education for women. ABSTRAK Sejak kedatangan Napoleon Bonaparte ke Mesir pada akhir abad ke 19 Masehi, dunia Islam dapat dikatakan telah menyadari akan ketertinggalan di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan. Karena itu, di antara ulama sekaligus intelektual muslim di dunia Islam saat itu mulai berfikir untuk bangkit kembali serta mengejar ketertinggalan yang dialami dunia Islam tersebut dengan berbagai cara yang mungkin dilakukan sesuai kondisi saat itu. Di antara mereka adalah Syeikh Muhammad Abduh. Dalam perjalanan hidupnya, Abduh telah melakukan ijtihad dan pem-baharuannya melalui berbagai ide atau gagasan yang dikemukakannya sekalipun mendapat tantangan yang berat dari berbagai pihak termasuk pihak ulama al-Azhar sendiri. Akan tetapi semua itu tidak membuatnya berputus asa dan mundur, sehingga ide-idenya mempunyai pengaruh yang besar bagi generasi berikutnya. Ide-ide cemerlang Abduh meliputi bidang-bidang pendidikan, hukum, sosial, administrasi, politik dan lain-lain. Tulisan ini hanya memfokuskan bahasannya di seputar pemikirannya di bidang pendidikan yang kiranya masih relevan untuk dicermati guna menjadi renungan bagi para pemerhati pendidikan di negeri ini. Ide-ide pendidikan Abduh antara lain meliputi tujuan, kurikulum, metode dan pentingnya pendidikan bagi kaum wanita. Kata Kunci: Abduh, Ide-ide pendidikan
Pemikiran Kebahasaan Syeikh Al-Shabuni dalam Kitab Shafwat Al-Tafasir: Analisis terhadap Penafsiran Surat Al-Fatihah Suhaimi Suhaimi
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Forum Intelektual Qur'an dan Hadits Asia Tenggara (SEARFIQH) Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jim.v17i2.9076

Abstract

Sheikh Muhammad Ali al-Shabuni is a contemporary commentator. The book of Tafsir that he composed was a book entitled Shafwat al-Tafasir. This book has been spread to various countries. One of the aspects that he pays attention to when dealing with verses of the Koran is the linguistic aspect, whether in the form of isytiqaq, balaghah, or other. This has its appeal for every researcher of linguistics and tafsir because it is very useful in applying various linguistic theories through the examples of verses in the Koran. This simple paper focused on seeing it, specifically in surah Al-Fatihah. Through this article, it is hoped that it can describe in general the linguistic thoughts of Sheikh al-Shabuni. AbstractSyeikh Muhammad Ali al-Shabuni merupakan salah seorang mufasir kontemporer. Kitab Tafsir yang ia karang adalah kitab yang berjudul Shafwat al-Tafasir. Kitab ini telah tersebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Salah satu sisi yang beliau perhatikan dalam setiap menghadapi ayat Al-Quran adalah aspek kebahasaan, baik berupa isytiqaq, balaghah ataupun lainnya. Hal tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap peneliti kebahasaan dan tafsir, karena hal tersebut sangat bermanfaat dalam mengaplikasikan berbagai teori kebahasaan melalui contoh-contoh ayat dalam Al-Quran. Makalah sederhana ini difokuskan untuk melihat hal tersebut, khusus dalam surat Al-Fatihah. Melalui artikel ini, diharapkan dapat menggambarkan secara umum tentang pemikiran kebahasaan  Syeikh al-Shabuni..