Riyadi, St. Eko
Jurnal Orientasi Baru

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BEARING WITNESS TO JESUS IN HOSTILE CIRCUMSTANCES A Study of Discipleship in the Healed Blind Man in John 9 Riyadi, St. Eko
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 21, NOMOR 01, APRIL 2012
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.496 KB)

Abstract

Di tengah lingkungan di mana Yesus ditolak dan iman akan Yesus mendatangkan bahaya bagi mereka yang percaya kepada-Nya, seorang murid dipanggil untuk berani memberi kesaksian iman akan Yesus. Orang buta yang disembuhkan oleh Yesus menjadi simbol murid yang mendengarkan Yesus, taat kepada-Nya, dan dengan berani memberi kesaksian akan Yesus di hadapan mereka yang menolak Yesus. Ia beralih dari kebutaan menuju terang berkat perjumpaannya dengan Sang Terang. Di dalam dirinya, iman tidak berhenti sebagai sebuah pengakuan pribadi melainkan juga kesaksian dalam hidup bersama.
Persidangan di Hadapan Pilatus Pilatus dan Orang-Orang Yahudi dalam Yoh 18:28-19:6b Riyadi, St. Eko
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 17, NOMOR 02, OKTOBER 2008
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.506 KB)

Abstract

Jesus was sentenced to death by Pontius Pilate. Although he found no guilt in Jesus, he decided to give Jesus over to the Jewish leaders who sought his death. Pilate, a Roman Judge, has thrown away the truth he believed and sentenced Jesus. On the other hand, the Jewish leader has thrown away their deepest conviction that God alone is their only King! They made themselves sons of Caesar, slaves of a Roman Imperator. Who is the winner in the trial before Pilate? It is not Pilate, nor the Jewish leaders. It is Jesus who keeps his strong conviction that God alone has power over him. He is God's Son, King of the Jews.
CONSIDERING THE STATUS AND PURPOSE OF JBAPTIST PASSAGES IN THE PROLOGUE OF THE FOURTH GOSPEL Riyadi, St. Eko
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 01, APRIL 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.651 KB)

Abstract

Kehadiran dua unit narasi tentang Yohanes Pembaptis (Yoh 1:6-8.15) di dalam prolog puitis Injil Yohanes (Yoh 1:1-18) yang berbicara tentang Sabda/ Terang memunculkan beberapa pertanyaan penting tentang status kedua unit narasi tersebut dan fungsi mereka baik di dalam prolog maupun di dalam keseluruhan Injil Yohanes. Tidak ada keraguan bahwa kedua unit tersebut merupakan tambahan yang disisipkan ke dalam madah puitis yang dijadikan sebagai materi dasar prolog Yohanes. Namun demikian, status sebagai “sisipan” ini tidak berarti bahwa kedua unit narasi ini tidak penting sehingga bisa diabaikan dalam memahami prolog Yohanes. Kehadiran kedua unit tetang Yohanes Pembaptis di dalam prolog menampakkan peran penting Yohanes Pembaptis dan mempersiapkan kehadirannya di dalam Injil sebagai saksi utama bagi Sabda yang menjelma menjadi manusia. Dengan menempatkan dua unit narasi dalam dua unit paralel prolog, penginjil secara cermat menyisipkan informasi tentang Yohanes Pembaptis tanpa merusak susunan kiastik yang dibangun dalam madah aslinya.