Hadiwardaya, Aloysius Purwa
Jurnal Orientasi Baru

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bertanah Air Satu-Berbangsa Satu-Berbahasa Satu. Sumpah Pemuda 1928-Sumpah Mahasiswa 1995 Hadiwardaya, Aloysius Purwa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 09, TAHUN 1995
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.832 KB)

Abstract

---
Ajaran Gereja Katolik Tentang Hidup dan Kesehatan Hadiwardaya, Aloysius Purwa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 16, NOMOR 02, OKTOBER 2007
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.223 KB)

Abstract

Our life is a divine gift. It belongs to God, the Creator. We are not the masters. We are only ministers of our life. We are called to defend it and always take care of its integrity, as much as it is possible. Concretely speaking, we are expected to look after our own health as well as of that of others. From the perspective of Christian faith, we need to say that God, the Creator, does not expect something beyond our human capability. We are called only to do what we really can do.
Rekayasa Genetis dalam Penalaran Teologi Moral Katolik Hadiwardaya, Aloysius Purwa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.571 KB)

Abstract

Suatu norma moral mesti plausibel agar dapat menjadi keyakinan bersama dalam masyarakat moral dan agar nyata-nyata menantang masing-masing anggota untuk memperjuangkan nilai-nilai yang dilindunginya. Kalau orang bertanya, manakah pandangan moral Gereja Katolik mengenai rekayasa genetis, diharapkan lebih dari hanya sekadar informasi. Keyakinan moral mesti dikemukakan sehingga menjadi plausibel.Karangan ini telah dibawa dalam Seminar Nasional mengenai rekayasa ganetis yang diadakan di Universitas Padjadjaran, Bandung, pada bulan Mei 2001. Dalam Orientasi Baru, bahan seminar tersebut merupakan kasus yang memperlihatkan cara penalaran moral dalam Gereja dan teologi moral Katolik. Untuk itu, karangan (1) menyebut sumber moralitas (Kitab Suci, ajaran [magisteium] Gereja, dan penalaran moral); (2) menjelaskan asas-asas "akibat ganda" dan "perbandingan nilai" yang dalam penalaran moral Katolik mendasarkan perumusan norma; (3) mengangkat "demokrasi, keadilan dan kedamaian" sebagai nilai dasar bagi moral sosial dan moral ekologi. Atas dasar asas-asas tersebut, (4) ditarik kesimpulan mengenai rekayasa genetis pada tanaman, binatang, dan manusia. Apakah langkah-langkah penalaran klasik tersebut meniamin plausibilitas moral, kalau-seperti dalam kasus rekayasa genetis-tak mungkin kita memperhitungkan akibat tindakan yang tidak mungkin dibatalkan lagi?