Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan pada Klien Gagal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Mayasari, Kurniati; Amelia, Meliza
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v1i2.354

Abstract

Hemodialisa merupakan salah satu terapi untuk penggantian ginjal. Pasien yang melakukan terapi hemodialisa mengalami kecemasan. Adapun faktor yang mempengaruhi kecemasan pada pasien hemodialisa diantaranya meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan lama perawatan dan dukungan dari keluarga. Dukungan keluarga sangat berpengaruh terhadap pasien yang sedang menjalani pengobatan. Wawancara dengan Karu hemodialisa di RSU M. Natsir sudah ada sejak tahun ± 6,5 Tahun didapatkan bahwa pasien yang menjalani HD 2 kali seminggu dan ada juga 1 kali seminggu sebanyak 46 orang, dimana masih ada beberapa pasien hemodialisa yang tidak bisa beraktifitas hal ini disebabkan pasien GGK mengalami kehilangan darah dan meningkatkan tekanan darah terutama pada pasien hemodialisa. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSU M. Natsir solok.Jenis penelitian adalah analitik, penelitian ini telah dilakukan pada bulan 20 April Sampai 04 Mei 2022 dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien GGK yang berada di ruangan hemodialisa RSU M. Natsir solok berjumlah 48 dikarenakan 2 orang sudah meninggal dunia maka jumlah responden sebanyak 46 orang. Data di kumpulkan dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara dan kemudian data diolah dengan komputerisasi lalu di analisa menggunakan analisa univariat dan Bivariat kemudian diinterprestasikan. Hasil penelitian menunjukkan didapatkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan dengan p value = 0,000 dan OR 15. Diharapkan kepada petugas kesehatan di RSU solok khususnya di ruangan hemodialisa pada pasien yang baru menjalani hemodialisa terdapat (15%) yang mendapatkan dukungan baik tetapi mengalami kecemasan untuk itu di mitak kepada petugas memberikan penyuluhan kepada keluarga untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan oleh pasien.
Pengetahuan Ibu dan Lama Pemberian ASI pada Balita Terhadap Kejadian TB Merilla Erizon, Desy; Mayasari, Kurniati
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v2i2.644

Abstract

Masalah TB paru pada anak memerlukan perhatian yang lebih baik dalam program pengendalian TB. Penyakit infeksi pada anak dapat dicegah dengan pemberian ASI eksklusif. Efektifitas ASI dalam pengendalian infeksi dibuktikan dengan berkurangnya kejadian beberapa penyakit spesifik pada anak yang mendapat ASI dibanding anak yang mendapat susu formula. Ibu harus mengetahui ASI dan ASI eksklusif dan seberapa lama atau sering ibu menyusui bayinya, ibu juga perlu meningkatkan pengetahuan Ibu tentang TB Paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang TB Paru dan lama pemberian ASI pada balita terhadap kejadian TB Paru di Puskesmas Tanah Garam. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan crosssectional study. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 02 – 31 Oktober tahun 2023 dengan jumlah responden sebanyak 50 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan data yang didapat diolah dan dianalisa secara univariat dan bivariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh (76%) responden memiliki pengetahuan rendah, lebih dari separuh (60%) responden memberikan ASI < 6 bulan, lebih dari separuh (64%) mengalami kejadian TB Paru. Hasil uji statistik diperoleh p value =0,000 (? <0,05). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu mempengaruhi terjadinya TB paru begitu juga pemberian ASI ekslusif mempengaruhi terjadinya TB paru, maka dari itu diharapkan kepada petugas kesehatan meningkatkan pendidikan kesehatan tentang TB paru dan lebih sering menyarankan agar ibu mau memberikan ASI ekslusif pada bayinya agar dapat mengurangi angka kejadian TB paru.