Prakosa, J.B. Heru
Jurnal Orientasi Baru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

John Calvin’s Theological and Biblical Hermeneutics Prakosa, J.B. Heru
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 02, OKTOBER 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.474 KB)

Abstract

Yohanes Calvin (1509-1564) adalah figur penting di balik perkembangan Gereja Protestan. Salah satu dari sejumlah sumbangannya yang penting ialah terkait dengan gagasan dan pendekatannya terhadap Kitab Suci. Menurutnya, Alkitab sebagai Kitab Suci adalah Sabda Allah sendiri. Alkitab memang berwujud sebuah buku dengan tulisan yang berciri manusiawi, namun keberadaannya tidak dapat dilepaskan dari inspirasi Roh Kudus. Penafsiran atas Alkitab yang memuat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru – dan keduanya ini memiliki kedudukan yang setara – boleh dilakukan oleh siapa saja; tak ada satu pihak pun yang berhak meng-klaim sebagai penafsir tunggal. Calvin menekankan perlunya pendalaman atas teks dan konteks, sebagaimana itu dulu juga dikembangkan oleh para penulis Injil dan penulis surat-surat Perjanjian Baru dalam berhadapan dengan teks-teks Perjanjian Lama. Dengan ini, menurutnya, penafsiran Alkitab akan selalau bersifat majemuk dan tidak mandeg dalam acuan masa lalu saja.
Gugatan Imanuel Terhadap Doktrin Trinitas. Jembatan Bagi Hubungan Kristen dan Islam di Indonesia Prakosa, J.B. heru
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.972 KB)

Abstract

Sejarah perjumpaan Kristen-lslam diwarnai oleh pemahaman timbal balik dan perseteruan, dan keduanya mengenai Trinitas dalam peranan Yesus Kristus dalam hubungan manusia dengan Allah. Dengan dasar Sabda Allah dalam Al-Qur'an mengenai Trinitas, teologi lslam sepanjang sejarah mempersoalkan kristologi serta ajaran tentang Trinitas itu; sebaliknya, teologi kristiani menjawab pertanyaan dan peftentangan itu, pada umumnya secara apologetis, untuk membenarkan ajaran kristiani. Bukankah dalam perdebatan itu juga pantas dipertanyakan rumus iman kristiani?Buku lmanuel memperlihatkan bagaimana terbentuk kristologi (dan ajaran tentang Trinitas), mulai dari pengalaman-pengalaman murid-murid Kristus sampai monjadi dogma dan kaidah iman. Sejarah itu menghadapkan pada pembaca dengan pertanyaan inti: bagaimana bicara dewasa ini sehingga orang dapat mengerti bahwa Allah menyertai kita dalam Yesus Kristus (lmanuel!) ? lmanuel membuka kembali pertanyaan bagi orang kristiani: Ajaran kristologi menekankan bahwa manusia Yesus Kristus berelasi amat khusus dengan Allah dan ajaran itu sekaligus harus menghindari kesan triteisme. Buku lmanuel - semoga - menyambung dengan teologi lslam.Â