Kusmaryanto, Carolus Borromeus
Dosen Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Eugenik Dalam Era Genetik Kusmaryanto, C.B.
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 15, NOMOR 01-02, OKTOBER 2006
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.275 KB)

Abstract

The word eugenic comes from Greek words eu + genes (eugenes) which means wellborn or good in birth. Although the word eugenics was coined only in 1883 by Francis Galtom, the practice of eugenics dated back at least to Plato. It reached its peak in the filst half of 20th century, especially during Hitler's time. Hitler tried to purify Arian race by eliminating Jews, homosexual person, hippies, handicapped person etc. From that time on, the word eugenics has a negative connotation. Unfortunately, eugenics was reborn in our time where the technological developments grow rapidly. Eugenic reemerges in various new forms and various situations such as abortion, assisted reproduction, pre natal diagnostic, cloning, genetic engineering and genomic mapping. The problems of eugenic relate mainly to justice, equality between genders, definition of good - bad and above all it relates with the basic human right to live.
ETIKA BIOTEKNOLOGI MODERN Kusmaryanto, Carolus Borromeus
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 25, NOMOR 02, OKTOBER 2016
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4203.606 KB)

Abstract

Our modern life cannot be separated from biotechnology because biotechnology affects all of our lives and has altered everything we encounter in life. What we eat everyday and most of the medicines to cure our illness are the products of biotechnology. The rapid development of biotechnology in modern era creates various ethical problems. When it is applied to human beings, it creates the hardest ethical problem that cannot be resolved easily, while most of non human being biotechnology creates ethical problem which can be resolved if rigorously applied. Both of them need prudence and clear ethical guidance and principles which is provided by this article.
Human Genome and The Beginning of Human Life Kusmaryanto, C.B.
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 16, NOMOR 01, APRIL 2007
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.447 KB)

Abstract

Pertanyaan mengenai kapan manusia mulai hidup merupakan pertanyaan yang sudah sangat kuno dan belum bisa dijawab secara memuaskan. Pertanyaan itu baru bisa dijawab secara meyakinkan pada dekade terakhir ini oleh karena perkembangan ilmu biologi, khususnya genetika dan embriologi manusia. Dengan selesainya program Human Genome Project, sekarang kita sudah bisa mengetahui satuan gen manusia beserta fungsinya. Manusia mempunyai sekitar 40.000 gen yang berbeda dengan makhluk hidup lain dan yang bersama-sama membentuk hidup manusia. Kepenuhan kepemilikan gen manusia yang lengkap dalam 46 kromosom itu terjadi dalam pembuahan dan inilah yang menandai permulaan hidup manusia. Oleh karena itu, secara biologis tiada keraguan bahwa hidup manusia itu mulai pada saat selesainya proses pembuahan ovum oleh sperma.
HEALTH PASTORAL CARE Carolus Boromeus Kusmaryanto
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v5i1.483

Abstract

In her long history, the Churchalways gives special attention to the sick and sufferings, in order to be present in all human condition. Pastoral care is offered for the sick, especially for those who are in the terminal ill. Health Pastoral Care wants to emphasize this point. Health pastoral care is very important in health services, especially in the Catholic healthcare institution. It serves not only the patients and their family but also the entire healthcare personals. Their main role is providing religious and spiritual assistance. In the recent time, their role is even wider, including social and psychological assistance. The Church is very supportive to this pastoral care. Health Pastoral care is an integral part of the Churchs mission to proclaim the Kingdom of God.
Hak Asasi Manusia atau Hak Manusiawi? Carolus Boromeus Kusmaryanto
Jurnal HAM Vol 12, No 3 (2021): December Edition
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.743 KB) | DOI: 10.30641/ham.2021.12.521-532

Abstract

Terjemahan human rights ke dalam bahasa Indonesia adalah tidak tepat. Ada dua istilah yang saling berkaitan yakni human rights (hak manusiawi) dan fundamental human rights (hak asasi manusia). Sayangnya, dua istilah tersebut itu diterjemahkan persis terbalik.Istilah “Human rights” dalam Bahasa Indonesia diartikan dengan memakai istilah “fundamental human rights.” Terjemahan yang salah ini berdampak besar pada pemahaman dan penerapan human rights. Artikel ini berusaha untuk mengoreksi kesalahan terjemahan itu dengan menunjukkan perbedaan makna antara hak manusiawi dengan hak asasi manusia. Artikel ini juga memberikan panorama baru bahwa hak asasi manusia itu yang paling fundamental adalah hak hidup. Pelanggaran hak manusiawi itu tidak otomatis menjadi suatu kejahatan apabila pelanggaran hak manusiawi itu dilakukan dengan alasan untuk mempertahankan hak asasi manusia yakni hak hidup. Jadi, dalam bahasa Indonesia, human rights seharusnya diterjemahkan menjadi hak manusiawi dan bukan “hak asasi manusia” sehingga terdapat keselarasan antara terminologi dan maknanya.
BASICS OF BIOETHICS EDUCATION CB. Kusmaryanto
Studia Philosophica et Theologica Vol 7 No 1 (2007)
Publisher : Litbang STFT Widya Sasana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/spet.v7i1.169

Abstract

Perkembangan teknologi yang cepat dewasa ini sering membuat bingung mengenai penilaian moral, terutama teknologi yang langsung berhubungan dengan hidup manusia. Pendidikan bioetika merupakan langkah besar untuk merefleksikan masalah-masalah etis itu yang sayangnya di Indonesia belum banyak berkembang padahal di dunia barat bioetika ini sudah sangat maju dan menjadi referensi dalam pengambilan keputusan strategis. Pendidikan bioetika yang merupakan studi interdisipliner ini perlu digalakkan dengan berpatokan pada penghormatan terhadap hidup dan martabat manusia serta hak asasi manusia agar terbentuklah manusia-manusia yang berbudi luhur yang hidup berdasarkan keutamaan-keutamaan kemanusiaan.