Literasi digital remaja merujuk pada kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi digital secara efektif dan kritis untuk mengakses, mengevaluasi, dan menciptakan informasi. Di era digital saat ini, literasi digital menjadi keterampilan krusial yang mendukung partisipasi aktif remaja dalam aspek sosial, ekonomi, dan politik. Keberadaan literasi digital ini sangatlah vital karena memberdayakan remaja dalam menghadapi tantangan global yang kompleks, khususnya dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGS) 2030. SDGS 2030 menetapkan berbagai sasaran termasuk pendidikan yang berkualitas, kesetaraan gender, akses air bersih, dan perlindungan lingkungan. Dalam konteks literasi digital remaja, inovasi memegang peranan penting sebagai kunci untuk mencapai SDGS tersebut. Inovasi dalam pendidikan dapat menciptakan model pembelajaran yang lebih inklusif dan bermanfaat, meningkatkan akses literasi digital bagi remaja dari berbagai latar belakang, serta memperkuat keterampilan yang relevan dengan ekonomi digital yang terus berkembang. Selain itu, inovasi juga dibutuhkan untuk membangun infrastruktur digital yang dapat mencapai daerah-daerah terpencil, menjamin keamanan dan privasi data bagi remaja, serta mendorong penggunaan teknologi untuk kepentingan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, dan akademisi menjadi kunci dalam menerapkan inovasi-inovasi ini secara komprehensif dan terintegrasi. Dengan demikian, pentingnya inovasi dalam konteks literasi digital remaja bukan hanya sebatas penguasaan teknologi, melainkan juga dalam kemampuan memanfaatkannya secara positif untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh SDGS 2030.