Dzikry, Lataniya Fie
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konseling realita untuk meningkatkan penerimaan diri pada individu dewasa Dzikry, Lataniya Fie
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 4 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v11i4.24317

Abstract

The subject is a 22 year old male with the problem of being dissatisfied with what he has now. Comparing himself to others and feeling not free with his life. The assessment method uses interviews, observations, graphic tests and self-acceptance scales. The results of the assessment are comparing oneself with others, feeling jealous of others, unable to accept circumstances, confused with oneself and unhappy. There is a feeling of dissatisfaction and not proud of oneself. The intervention used was reality counseling and there were 7 sessions. The purpose of the intervention is to help the subject realize his own needs and the subject can make the right decision. The result of the intervention is that the subject is able to accept his current situation even though sometimes he still feels confused but, the subject will still go through what he is doing now. The subject also realizes that the subject cannot be completely free because subject cannot be separated from the responsibility that the subject accepts.   Subyeknya adalah seorang laki-laki berusia 22 tahun dengan permasalahan rasa tidak puas terhadap apa yang dimilikinya saat ini. Membandingkan dirinya dengan orang lain dan merasa tidak bebas dengan hidupnya. Metode penilaian menggunakan wawancara, observasi, tes grafis dan skala penerimaan diri. Hasil penilaiannya adalah membandingkan diri sendiri dengan orang lain, merasa iri terhadap orang lain, tidak mampu menerima keadaan, bingung dengan diri sendiri dan tidak bahagia. Adanya perasaan tidak puas dan tidak bangga terhadap diri sendiri. Intervensi yang digunakan adalah konseling realitas dan berjumlah 7 sesi. Tujuan intervensi adalah membantu subjek menyadari kebutuhannya sendiri dan subjek dapat mengambil keputusan yang tepat. Hasil dari intervensi tersebut adalah subjek mampu menerima keadaannya saat ini walaupun terkadang masih merasa bingung namun subjek akan tetap menjalani apa yang dilakukannya saat ini. Subjek juga menyadari bahwa subjek tidak bisa bebas sepenuhnya karena subjek tidak bisa lepas dari tanggung jawab yang diemban subjek.
Pengembangan Web Berbasis Google Site Materi Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Literasi Budaya Siswa Kelas IV Febriani, Anika; Santosa, Agus Budi; Dzikry, Lataniya Fie
TANGGAP : Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2025): TANGGAP : Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/tjripd.v6i1.983

Abstract

Literasi budaya adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam memahami dan mengimplementasikan nilai tradisi yang ada didaerahnya dengan baik. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini membawa arus budaya luar masuk kedalam Indonesia tanpa adanya penyaringan yang baik. Pengenalan literasi budaya dapat ditanamkan sejak sedini mungkin pada siswa sekolah dasar utamanya pada saat kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi rendahnya Kemampuan literasi budaya disebabkan pemilihan media pembelajaran yang kurang tepat karena keterbatasan dana dalam pembuatan media pembelajaran. Dari permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk memanfaatkan dampak positif dari perkembangan teknologi dengan mengembangkan media web berbasis google site materi kearifan lokal untuk meningkatkan literasi budaya siswa kelas IV. Jenis penelitian yang digunakan yaitu RnD dengan model penelitian ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, tes dan angket (ahli media, ahli bahasa, ahli materi, ahli praktisi, respon siswa dan respon guru). Hasil penelitian menunjukkan rata rata nilai angket ahli validasi media, materi dan bahasa sebesar 88,28% “Sangat Valid”, nilai angket praktisi sebesar 93,75% “Sangat Valid”, nilai angket respon siswa sebesar 86,5% “Sangat Menarik”, nilai angket respon guru sebesar 91,34% “Sangat Menarik”, dan nilai N-Gainz sebesar 68,12 “Efektif”. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan web berbasis google site materi kearifan lokal mampu meningkatkan kemampuan  literasi budaya budaya siswa kelas IV.