Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Materi Memahami Isi Teks Melalui Pembelajaran Problem Based Learning Muhamad Faqih; Wahyuningsih, Asih; Retnaningsih, Indun
Jurnal PGSD Vol. 9 No. 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v9i2.4832

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelas IV B SD Negeri 1 Karangsari pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024, dengan kondisi rata-rata kemampuan peserta didik dalam memahami isi teks hanya 71,11. Presentase ketercapaian KKM baru mencapai 29,73%. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam memahami isi teks melalui Pembelajaran Problem Based Learning. Subjek penelitian ini adalah semua peserta didik kelas IV B SD Negeri 1 Karangsari yang berjumlah 27 orang peserta didik. Metode yang digunakan pengumpulan datanya melalui tes uraian, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya peningkatan hasil peserta didik dalam memahami isi teks yang sangat positif. Setelah pelaksanaan siklus II meningkat menjadi rata-rata; 75,35 dengan ketuntasan belajar mencapai 55,55%. Dari Siklus II ke Siklus III terjadi juga peningkatan yakni mencapai rata-rata 79,19 dan ketuntasan belajar 85,18%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah implementasi model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam memahami isi teks.
Batas Usia Perkawinan dan Dispensasi Nikah sebagai Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak di Indonesia : Marriage Age Limit and Marriage Dispensation as Efforts to Protect Women and Children in Indonesia Dwi Husniyati; Muhamad Faqih; Ahmad Pahrul Pauji; Humaeroh
DIRASAH: Jurnal Kajian Islam Vol 3 No 2 (2026): DIRASAH: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage, also known as matrimony, is both a fundamental right and a basic need for humans as social beings who cannot live in isolation. In practice, the state sets a minimum age for marriage to prevent child marriage and protect women and children. This article aims to discuss regulations regarding the minimum age for marriage, marriage dispensations, and legal protections for women and children in Indonesia. The method used in writing this article is the library research method, which involves collecting data and information from literature sources such as books, scientific journals, and laws and regulations related to the minimum age for marriage, marriage dispensations, and legal protection for women and children. The results of the discussion indicate that legal protection for women and children is implemented through restrictions on the marriage age specifically, setting the minimum age at 19 years for both men and women the application of the best interests of the child principle in the marriage dispensation process, and various laws and regulations concerning child protection. The regulation of the marriage age limit aims to protect women and children from the impacts of early marriage. However, marriage dispensations remain a factor in the occurrence of child marriage, so better legal protection and oversight are needed in the process of granting marriage dispensations.