Lisdiyanto, Stephanus
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Mangupa Lahiron Daganak Sebagai Representasi Penghayatan Iman Kristiani Umat Suku Batak Toba Di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau Keuskupan Padang Lisdiyanto, Stephanus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 10 No 2 (2022): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v10i2.59

Abstract

Dalam tulisan ini penulis ingin menyampaikan penghayatan iman umat Katolik Batak Toba di paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau Keuskupan Padang berkaitan dengan tradisi Mangupa Lahiron Daganak yang dilakukan dalam masyarakat suku Batak Toba. Tradisi Mangupa Lahiron Daganak merupakan salah satu upacara menyambut dan bersyukur atas kelahiran anak dalam keluarga Batak Toba. Tradisi ini tidak lagi dilakukan secara lengkap oleh umat Katolik Batak Toba di paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau. Terdapat beberapa instrumen yang digunakan dalam ritual upacara Mangupa Lahiron Daganak. Fungsi dari instrumen ini adalah agar upacara berjalan dengan lancar, hikmat dan bermakna. Instrumen-instrumen yang digunakan dalam upacara tersebut mengandung simbol-simbol yang bermakna dalam kehidupan masyarakat. Tujuan dari penulisan ini adalah ingin menemukan dan memaknai simbol-simbol yang ada dalam upacara Mangupa Lahiron Daganak, tidak hanya dari segi sosial tetapi lebih pada makna teologis yang dapat memperkuat penghayatan iman umat Katolik, khususnya umat Batak Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat Katolik Batak Toba di paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau mampu menemukan makna sosial yang kemudian ditransformasikan ke dalam penghayatan iman Kristiani, meskipun umat Batak Toba di paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau tidak lagi mengadakan upacara Mangupa Lahiron Daganak secara lengkap.
Mangupa Lahiron Daganak sebagai Representasi Penghayatan Iman Kristiani Umat Suku Batak Toba Lisdiyanto, Stephanus
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/jtki.v4i1.589

Abstract

In this article, the author would like to express his appreciation for the faith of the Toba Batak Catholics in the parish of St. John the Baptist, Perawang Riau, Padang Diocese, related to the Mangupa Lahiron Daganak tradition carried out in the Toba Batak tribal community. The Mangupa Lahiron Daganak tradition is one of the ceremonies to welcome and give thanks for the birth of a child in the Toba Batak family. This tradition is no longer carried out completely by Toba Batak Catholics in the parish of Saint John the Baptist Perawang Riau. Several instruments are used in the ritual of the Mangupa Lahiron Daganak ceremony. The function of this instrument is to make the ceremony run smoothly, wisely, and meaningfully. The instruments used in the ceremony contain symbols that are meaningful in people's lives. The purpose of this paper is to find and interpret the symbols in the Mangupa Lahiron Daganak ceremony, not only from a social point of view but more on theological meanings that can strengthen the appreciation of the faith of Catholics, especially the Toba Batak people. The results showed that the Toba Batak Catholics in the St. John the Baptist Perawang Riau parish were able to find social meaning, which was then transformed into an appreciation of the Christian faith, even though the Toba Batak people in the St. John the Baptist Perawang Riau parish no longer held the full Mangupa Lahiron Daganak ceremony.