Fasilitas publik merupakan fasilitas yang dapat diakses oleh semua orang tanpa terkecuali, termasuk oleh penyandang disabilitas. Namun, pada kenyataannya penyandang disabilitas masih kerap kali mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas-fasilitas di ruang publik, terutama penyandang tunadaksa dalam mobilitasnya. Selain itu, penyandang tunadaksa kesulitan bahkan tidak bisa mengembangkan potensi dan kemampuannya sebab adanya perlakuan ekslusi sosial dari lingkungan di sekitarnya. Kota Malang sebagai salah satu kota yang dianggap inklusif di Indonesia memiliki fasilitas berupa creative center yang bernama Malang Creative Center yang bisa diakses oleh semua kalangan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas fisik pengunjung berkursi roda pada Malang Creative Center. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatf dengan pendekatan evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik pada Malang Creative Center bagi pengunjung berkursi roda belum diterapkan secara sepenuhnya, baik berdasarkan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku maupun berdasarkan alur perpindahan pengunjung berkursi roda di dalam bangunan. Kata kunci: aksesibilitas, disabilitas, pengguna kursi roda, fasilitas publik