Tri Pamungkas, Sigmawan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan Pusat Perbelanjaan dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik di Kota Malang Rifandi Pratama, Ario; Tri Pamungkas, Sigmawan
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan kota dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023. Namun, sangat disayangkan bahwa persebaran penduduk di Kota Malang tidak merata, khususnya ke wilayah timur terutama Kecamatan Kedungkandang. Adanya isu tersebut saat ini sedang ditanggapi pemerintah kota yang sedang berupaya mengembangkan pembangunan ke wilayah tersebut. Kecamatan Kedungkandang yang difokuskan untuk pengembangan sektor perdagangan dan jasa saat ini masih belum memenuhi fungsi kawasannya karena minimnya fasilitas perdagangan dan jasa. Untuk menanggapi hal tersebut, perancangan pusat perbelanjaan dengan penerapan arsitektur biofilik dan pengadaan ruang terbuka publik menjadi upaya untuk pemerataan pembangunan dan menarik persebaran penduduk dan aktivitas masyarakat ke Kecamatan Kedungkandang. Pertimbangan menerapkan arsitektur biofilik juga didasari oleh isu minimnya ruang terbuka hijau dan masifnya seluruh bangunan pusat perbelanjaan yang sudah ada di Kota Malang. Metode studi preseden dengan paradigma rasionalisme diterapkan dalam perancangan ini. Studi preseden dilakukan terhadap objek dengan fungsi pusat perbelanjaan yang menerapkan prinsip arsitektur biofilik yang hasilnya akan dikombinasikan dengan hasil pemrograman arsitektur untuk membentuk aturan perakitan (rules of assembly) sebagai landasan perancangan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa arsitektur biofilik dan pengadaan ruang terbuka publik berhasil dipenuhi pada perancangan pusat perbelanjaan ini sebagai upaya menarik aktivitas masyarakat ke wilayah timur Kota Malang serta memaksimalkan pengadaan ruang terbuka hijau dan pemanfaatan pencahayaan serta penghawaan alami. Kata Kunci: pusat perbelanjaan, arsitektur biofilik, kota malang
Perancangan Kembali Kawasan Taman Manunggal Kota Bogor Naufal Ramadhan, Abizard; Tri Pamungkas, Sigmawan
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Manunggal Kota Bogor baru saja direvitalisasi sebagai taman kota, namun terdapat beberapa masalah seperti aksesibilitas yang kurang, jalur pejalan kaki dan drainase yang tidak terawat, bangunan yang tidak tanggap iklim, serta keberadaan PKL liar yang mengganggu. Evaluasi dilakukan untuk merancang kembali kawasan ini dengan fokus pada kriteria ruang publik yang berkualitas berupa comfort, relaxation, active and passive engagement dan discovery dengan menggunakan metode sinoptik untuk menganalisis kebutuhan manusia di ruang publik. Hasil evaluasi tersebut membentuk kriteria desain yang diterjemahkan menjadi konsep spesifik, dan diimplementasikan dalam desain baru untuk memperbaiki kondisi fisik dan aktivitas di Taman Manunggal Kota Bogor. Kata kunci: Perancangan kembali, Taman Manunggal, Ruang Publik
Revitalisasi Kawasan Jalan Dhoho Kota Kediri Sebagai Historic Urban Landscape Melalui Redesain dengan Metode Tipologi Nur Rachma, Salsabila; Tri Pamungkas, Sigmawan
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Dhoho merupakan pusat perniagaan & ikon bersejarah di Kota Kediri yang menghadapi berbagai permasalahan seperti kemacetan lalu lintas, penurunan kualitas visual, serta penggunaan ruang yang kurang optimal. Untuk itu, perlu dilakukan perancangan ulang guna meningkatkan kualitas lingkungan dan fungsi kawasan tanpa menghilangkan nilai sejarahnya. Banyaknya bangunan yang masih memiliki fasad asli dari awal berdiri serta kedekatannya dengan Stasiun Kota Kediri dan objek Cagar Budaya Makam Syech Wasil menjadikan kawasan ini sebagai Kawasan Urban Bersejarah. Revitalisasi ini bertujuan untuk memperbaiki citra kawasan melalui redesain elemen-elemen utama seperti tata guna lahan, bentuk dan massa bangunan, sirkulasi pejalan kaki, ruang terbuka, serta penataan fasilitas pendukung aktivitas. Metode tipologi digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan elemen-elemen kawasan berdasarkan kesamaan karakteristiknya, yang kemudian dijadikan dasar dalam merancang solusi desain yang tepat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan data primer melalui observasi lapangan, wawancara, serta data sekunder dari studi literatur dan dokumen perencanaan kota. Hasil desain yang diusulkan mencakup pengoptimalan fungsi jalan, peningkatan fasilitas pejalan kaki dan parkir, serta revitalisasi elemen-elemen visual seperti fasad bangunan yang mengarah pada pemeliharaan nilai sejarah. Desain revitalisasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali ekonomi lokal, serta menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan.