Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DOUBLE TROUBLE PADA HFREF: SEBUAH CERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN FISTULA KORONER MAKRO, SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB? Akbar, R.R.; Arifianto, H.
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i2.2860

Abstract

Fistula arteri koroner (FAK) merupakan suatu kondisi langka yang melibatkan komunikasi abnormal antara arteri koroner dan ruang jantung atau sirkulasi sistemik/pulmonal yang umumnya ditemukan secara tidak sengaja saat angiografi koroner. Sebagian besar kasus bersifat asimtomatik, sehingga konsekuensi hemodinamik yang signifikan cukup jarang dilaporkan. Laporan berikut membahas kasus gagal jantung kongestif berkaitan dengan FAK. Laki-laki 70 tahun datang ke Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret dengan keluhan sesak napas yang semakin memberat. Enam bulan yang lalu pasien masih bisa berjalan menaiki tangga hingga 2 lantai tanpa keluhan, tetapi baru-baru ini mengeluhkan sesak napas saat berjalan jarak dekat disertai ortopnea yang progresif. Tekanan darah 130/60 mmHg dengan laju jantung 84x/m. Saturasi oksigen 98% udara ruang dan didapatkan suara jantung tambahan S3 gallop. Hasil EKG menunjukkan irama sinus dengan aksis normal. Ekokardiogram transtorakal menunjukkan gambaran hipertrofi ventrikel kiri eksentrik dengan penurunan fraksi ejeksi 26%. Computed tomography (CT) jantung menunjukkan hasil beban plak kalsium berat disertai stenosis berat di D1 dan RCA proksimal (CAD-RADS 4A/V), hipoplastik RCA, dan juga menunjukkan adanya fistula arteri koroner dari LCx distal ke atrium kiri. Selain stenosis arteri koroner, dalam kasus ini, FAK secara hemodinamik dapat menjadi penyebab gagal jantung. Selama pemeriksaan tidak ditemukan adanya faktor penyebab munculnya FAK yang didapat, mengindikasikan FAK tersebut berasal dari kelainan kongenital dengan gambaran klinis yang muncul pada saat dewasa. Gambaran FAK ini dapat dikategorikan sebagai fistula makro tipe 1, yang bermuara ke ruang jantung (atrium kiri). FAK dari LCx ke atrium kiri secara fisiologis mirip dengan regurgitasi mitral. Sesak napas terjadi karena kelebihan volume di ventrikel kiri. Diperlukan langkah-langkah yang tepat dalam analisis klinis dalam mendiagnosis FAK, sehingga komplikasi dan luaran yang merugikan dapat dicegah sedini mungkin.