Siswati, Nana Dyah
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ENKAPSULASI ASAP CAIR DARI BAMBU Siswati, Nana Dyah; D, Angelia Astrivia; Asma, Salma Putri Aisyah
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4416

Abstract

Enkapsulasi merupakan proses pelindungan senyawa fenol dan asam organik dengan menggunakan penyalut. Kandungan fenol juga mudah teroksidasi dan mengakibatkan kurang efektifnya asap cair dalam penggunaan sebagai pengawet makanan. Proses ini dipengaruhi oleh bahan penyalut dan konsentrasi penyalut. Bambu memiliki kandungan lignin sebesar 22,41%. Sebelum melakukan spray drying, terlebih dahulu melakukan penyalutan dengan maltodekstrin dan kitosan untuk menghasilkan larutan asap cair yang lebih kental. Penelitian dilakukan sebanyak 25 kali percobaan dengan peubah yang berbeda – beda yaitu rasio konsentrasi maltodekstrin & kitosan, suhu inlet Spray Dyrer. Hasil penelitian didapatkan bahwa rasio konsentrasi maltodekstrin & kitosan dan suhu inlet mempengaruhi kadar fenol. Semakin besar rasio kitosan maka semakin besar kadar fenol yang didapatkan. Semakin besar suhu inlet Spray Dyrer maka semakin rendah kadar fenol yang didapatkan. Produk enkapsulasi asap cair dari bambu yang terbaik didapatkan dengan rasio konsentrasi penyalut maltodekstrin 5% dan kitosan 2% pada suhu inlet Spray Dyrer sebesar 100℃. Serbuk Asap Cair dari Bambu yang terbaik kemudian dilakukan analisis Spectrofotometri UV-Vis dan diketahui kadar fenol sebesar 1.89%. Selain itu, dapat diketahui efisiensi enkapsulasi asap cair bambu dari sebesar 74.11%. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4416
PENGEMBANGAN BIODEGRADABLE FILM BERBASIS CAMPURAN PATI BIJI NANGKA DAN ALPUKAT DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER SORBITOL Ramjani, Muhammad Rifki; Labib, Ahmad Nauval; Siswati, Nana Dyah; Suprihatin, Suprihatin
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31952

Abstract

Biji nangka dan alpukat dianggap sebagai limbah, padahal biji tersebut mengandung kadar karbohidrat dan pati yang tinggi, yaitu sekitar 56 gram per 100 gram biji nangka dan sekitar 80% dari kadar biji alpukat. Kedua biji ini dapat digunakan sebagai jaringan pembentuk polimer dalam pembuatan biodegradable film. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan biodegradable film terbaik yang meliputi parameter kuat tarik, persen elongasi, ketebalan, dan persen biodegradasi yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Japanese Industrial Standards (JIS). Penelitian ini menggunakan rasio massa pati biji nangka dan biji alpukat sebesar 10:0, 7:3, 5:5, 3:7, dan 0:10 gram, dengan penambahan sorbitol sebesar 10, 11, 12, 13, dan 14 mL. Proses diawali dengan penepungan biji nangka dan alpukat, lalu dilanjutkan dengan pembuatan larutan biofilm yang kemudian dicetak dan dikeringkan. Hasil biofilm dianalisis menggunakan metode ASTM D638. Kondisi terbaik berdasarkan parameter kuat tarik, nilai elongasi, ketebalan, dan biodegradasi terdapat pada rasio pati biji nangka dan alpukat 10:0 gram dan penambahan sorbitol 14 mL yang menghasilkan nilai kuat tarik sebesar 36,45 MPa, persen elongasi sebesar 88,1%, ketebalan 0,15 mm, dan persen biodegradasi 86%.