Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS DI KEBUN KELAPA SAWIT INSTITUT TEKNOLOGI SAWIT INDONESIA Nurliana; Nugroho, Agung; Dwi Napsetia, Upik; Syadrin, Saldi; Sinaga, Aguswan; Saputra, Ferdian; Abdiansyah, Rei
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3318

Abstract

Dilingkungan Kampus institut teknologi sawit Indonesia Medan memiliki kebun kelapa sawit yang menjadi tempat pembelajaran bagi mahasiswanya untuk belajar langsung dilapangan, kebun praktek lapangan ini memiliki luas 6.54 Ha. Dikebun yang homogen kelapa sawit ini terciptalah ekosistem baru sehingga hiduplah berbagai jenis organisme yang beranekaragam termasuk jamur, jamur yang berperan penting bagi ekosistem sebagai dekomposer biomassa kelapa sawit tumbuh dengan baik disini. Banyak jamur yang dapat jumpai terutama jamur makroskopis. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan metode jelajah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kebun Kelapa Sawit ITSI Medan, jenis jamur yang diperoleh berjumlah 16 jenis dalam 2 kelas, 5 ordo, 12 famili, 14 genus.
KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS DI KEBUN KELAPA SAWIT INSTITUT TEKNOLOGI SAWIT INDONESIA Nurliana; Nugroho, Agung; Dwi Napsetia, Upik; Syadrin, Saldi; Sinaga, Aguswan; Saputra, Ferdian; Abdiansyah, Rei
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3318

Abstract

Dilingkungan Kampus institut teknologi sawit Indonesia Medan memiliki kebun kelapa sawit yang menjadi tempat pembelajaran bagi mahasiswanya untuk belajar langsung dilapangan, kebun praktek lapangan ini memiliki luas 6.54 Ha. Dikebun yang homogen kelapa sawit ini terciptalah ekosistem baru sehingga hiduplah berbagai jenis organisme yang beranekaragam termasuk jamur, jamur yang berperan penting bagi ekosistem sebagai dekomposer biomassa kelapa sawit tumbuh dengan baik disini. Banyak jamur yang dapat jumpai terutama jamur makroskopis. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan metode jelajah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kebun Kelapa Sawit ITSI Medan, jenis jamur yang diperoleh berjumlah 16 jenis dalam 2 kelas, 5 ordo, 12 famili, 14 genus.
Pengembangan Infrastruktur dan Pemetaan Navigasi serta Titik Penerangan sebagai Strategi Pemberdayaan Desa Keude Panga Astrianda, Nica; Malfiza, Redha; Assirri, Syifa; Meldanita, Meldanita; Rahadi, Ibnu; Meitili, Yovi Kairuzeta; Asmita, Rini; Hamdani, Hendra; Saputra, Ferdian
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mv5cvk65

Abstract

Dalam upaya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa mengabdikan diri kepada masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Desa Keude Panga, yang terletak di Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, memiliki program kerja keras yang berfokus pada pemberdayaan desa melalui pembangunan infrastruktur dan pemetaan wilayah. Tidak adanya data terstruktur tentang titik penerangan jalan dan sistem navigasi desa yang tidak optimal adalah masalah utama yang ditemukan. Memperkuat perencanaan pembangunan desa, meningkatkan aksesibilitas informasi lokasi, dan meningkatkan tata kelola wilayah berbasis data adalah tujuan dari kegiatan ini. Observasi lapangan, koordinasi dengan aparat desa, perencanaan program, pelaksanaan kegiatan fisik, dan evaluasi berdasarkan efektivitas, efisiensi, dan relevansi adalah semua teknik yang digunakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program inti, yang mencakup pemasangan plang navigasi di titik strategis, pembuatan peta navigasi desa berbasis kode QR, dan pendataan titik penerangan, dilaksanakan sepenuhnya. Secara outcome, program memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat dan pengunjung serta menyediakan data pendukung bagi perencanaan infrastruktur desa secara berkelanjutan.