Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN ANALISIS FRAUD TRIANGLE: Studi Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Nada Annisa; Cris Kuntadi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 5 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Mei
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i5.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraud triangle terhadap pengaruh adanya kecurangan laporan keuangan. Faktor-faktor dalam fraud Triangle terdiri dari tiga indikator diantaranya meliputi (1) Preasure diproksikan dengan financial target (ROA) dan financial stability (AChange), (2) Opportunity diproksikan dengan Nature of Industry (Receivable) dan Ineffective Monitoring (IND), (3) Rationalization diproksikan dengan Change in auditor (CiA). Terdapat 5 (lima) variabel independen yang dihipotesiskan berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan dan variabel dependen kecurangan (F-score) digunakan untuk mengetahui adanya kecurangan laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel terdiri dari 180 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode pengamatan 2019-2023 dengan metode purposive sampling dan analisis linier berganda menggunakan software SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel financial stability (AChange) berpengaruh positif, Nature of Industry (Receivable) berpengaruh negatif, dan Ineffective Monitoring (IND), berpengaruh negatif, terhadap kecurangan laporan keuangan. Sedangkan pada variabel financial target (ROA) dan change in auditor (CiA), tidak bepengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023.
ANALISIS RASIO KEUANGAN KOPERASI SYARIAH Nada Annisa; Setia Fitri Alviana Ningrum; Sahidal; Abel uli ulandari; , Ersi Sisdianto
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 5 (2024): JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN (JIEM)
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v2i5.1254

Abstract

Analisis rasio keuangan koperasi syariah merupakan proses penting dalam mengelola keuangan dengan memperhatikan prinsip-prinsip keuangan Islam. Dalam proses ini, koperasi memeriksa likuiditas, profitabilitas, leverage, dan efisiensi operasional mereka untuk memastikan kinerja keuangan yang sesuai dengan tujuan syariah. Analisis tersebut menjadi dasar bagi pengambilan keputusan strategis, termasuk alokasi sumber daya dan identifikasi peluang inovasi. Dengan komitmen terhadap prinsip-prinsip keuangan Islam, transparansi, dan tanggung jawab sosial, koperasi dapat menjaga kesehatan keuangan yang berkelanjutan dan terus berperan sebagai agen perubahan positif dalam komunitas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana analisis rasio keuangan koperasi syariah. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, sifat penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Kemudian data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis rasio keuangan merupakan instrumen krusial bagi koperasi syariah dalam memahami dan mengelola kinerja keuangannya sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan Islam. Dengan menggunakan rasio keuangan yang relevan, koperasi dapat mengevaluasi kesehatan keuangan mereka secara holistik, merancang strategi keuangan yang efektif, dan memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Analisis ini juga membantu dalam pengambilan keputusan strategis, identifikasi peluang inovasi, dan menjaga komitmen terhadap transparansi serta tanggung jawab sosial. Dengan demikian, analisis rasio keuangan tidak hanya menjadi alat penting bagi manajemen koperasi, tetapi juga bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan koperasi syariah.
Analisis Uji Kinerja Bank Syariah Menggunakan Maqashid Syariah Index dan Islamicity Performance Index (Studi pada Bank Umum Syariah tahun 2021-2024) Nada Annisa; Evi Ekawati; Is Susanto
AKUA: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/akua.v4i3.5191

Abstract

This study aims to examine and compare the performance of Islamic commercial banks in Indonesia with the approach of Maqashid Syariah Index (MSI) and Islamicity Performance Index (IPI) as an alternative measurement that integrates the spiritual, social, and economic dimensions in accordance with the principles of Sharia. A descriptive quantitative approach was used in analyzing secondary data obtained from the annual reports of 13 Islamic commercial banks registered with the Financial Services Authority (OJK) during the period 2021-2024. The results showed that although most banks showed progress in the dimensions of profitability and transparency, there were still significant weaknesses in education, research, and social distribution indicators indicating that the implementation of sharia principles as a whole was not optimal. BPD NTB Syariah consistently ranks highest in most indicators as the BEST BUS in the achievement of the Maqashid Syariah Index (MSI) in the 2021-2024 period of 37.39%. Supported by the achievement of bpd NTB Syariah which has a high average value of 31.55%, while small banks tend to experience gaps in the implementation of Sharia objective values. Bank Aladin Syariah was identified as the BEST BUS based on Overall IPI with an average of 40.12%. The findings underscore the urgency of adopting maqashid-oriented measurement systems and Sharia integrity in banking managerial and regulatory strategies. Therefore, this study recommends the integration of MSI and IPI as a framework for evaluating the performance standards of Islamic banks to encourage the achievement of economic, spiritual, and social sustainability in the Islamic banking industry.