Artikel ini membahas strategi kerja sama dalam merencanakan pengembangan perekonomian lokal antara Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo sebagai bagian dari kawasan metropolitan Gerbangkertosusila. Surabaya berperan sebagai pusat konsumsi, jasa, serta sektor HORECA (Hotel, Restoran, Kafe), sedangkan Sidoarjo bertindak sebagai wilayah penunjang dengan potensi besar dalam produksi bahan baku pertanian dan perikanan. Dengan metode studi pustaka, artikel ini menunjukkan bahwa kerja sama ekonomi antar daerah dapat memberikan solusi yang menguntungkan semua pihak, yaitu meningkatkan pendapatan para produsen lokal, meningkatkan efisiensi pasokan bahan baku berkualitas bagi sektor jasa, serta memperkuat ketahanan pangan dan daya saing wilayah. Namun, ada beberapa tantangan yang masih dihadapi, seperti kelemahan dalam kapasitas lembaga pelaku UMKM, keterbatasan akses pembiayaan, serta koordinasi antar instansi yang belum optimal. Studi kasus pengelolaan Terminal Purabaya menunjukkan bahwa model co-management dapat menjadi contoh yang efektif dalam kerja sama lintas batas administratif secara berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kolaborasi antar daerah perlu didukung oleh perencanaan yang terpadu, kelembagaan formal, serta investasi pada infrastruktur logistik dan teknologi digital untuk mewujudkan sistem perekonomian regional yang inklusif, efisien, dan memiliki daya saing tinggi.