Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CEGAH STUNTING DENGAN EDUKASI AIR BERSIH DAN JAMBAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS LOCAL WINSDOM Alfina Baharuddin; Annisa junaid; Ricky Perdana Poetra
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Open defecation is one example of unhealthy behaviour. Open defecation is the act of disposing of faeces or faeces in fields, forests, bushes, rivers, beaches or other open areas and is allowed to spread contaminating the environment, soil, air and water. The objectives of this service are: To improve basic sanitation outcomes in Bontomanai Village including: Increasing ownership and utilisation of latrines, increasing understanding of water purification techniques at the household level, increasing local winsdom-based community participation/empowerment related to environmental sanitation towards zero ODF villages. The solutions offered in this service activity are 1. Conducting knowledge transfer education related to healthy latrines according to their functions and benefits for environmental health as well as the practice of making septi tanks and pilot healthy latrines 2. Conducting knowledge transfer education related to water purification methods 3. Conducting local winsdom-based community empowerment. The results of the service showed that there was an increase in the knowledge of the partners from the pre-test activity in the moderate category (83.3%) while for the post-test it increased to 86.6%. There was an increase in the attitude of the partners from the pre-test activity in the sufficient category (80%) while for the post test it increased to 86.6%.There was an increase in the actions of the RT mothers from the pre-test activity in the sufficient category (76.6%) while for the post test it increased to 83.3%. AbstrakPerilaku buang air besar sembarangan (BABS/Open defecation) termasuk salah satu contoh perilaku yang tidak sehat. BABS/Open defecation adalah suatu tindakan membuang kotoran atau tinja di ladang, hutan, semak – semak, sungai, pantai atau area terbuka lainnya dan dibiarkan menyebar mengkontaminasi lingkungan, tanah, udara dan air. Tujuan pengabdian ini adalah: meningkatkan capaian sanitasi dasar di Desa Bontomanai meliputi: Meningkatkan kepemilikan dan pemanfaatan jamban, meningkatkan pemahaman tentang teknik penjernihan air ditingkat rumah tangga., meningkatkan partisipasi /Pemberdayaan masyarakat berbasis local winsdom terkait sanitasi lingkungan menuju desa zero ODF. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah 1. Melakukan edukasi transfer pengetahuan terkait Jamban sehat sesuai fungsi dan manfaat bagi kesehatan lingkungan serta praktek pembuatan septi tank dam jamban sehat percontohan 2. Melakukan edukasi transfer pengetahuan terkait metode penjernihan air 3. Melakukan perberdayaan masyarakat berbasis local winsdom. Hasil pengbdian menunjukkan Terjadi peningkatan pengetahuan para mitra dari kegiatan pre test kategori cukup (83,3%) sedangkan untuk post test meningkat menjadi 86,6%. Terjadi peningkatan sikap para mitra dari kegiatan pre test kategori cukup(80%) sedangkan untuk post test meningkat menjadi 86,6%.Terjadi peningkatan tindakan para ibu-ibu RT dari kegiatan pre test kategori cukup (76,6%) sedangkan untuk post test meningkat menjadi 83,3%.
Integrasi Building Information Modelling (BIM) dan Internet of Things (IoT) dalam Analisis dan Pengendalian Risiko Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) pada Proyek Gedung Bertingkat Tinggi Wudi Darul Putra; Annisa Junaid
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 3: November 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i3.271

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko kecelakaan konstruksi pada proyek gedung bertingkat tinggi serta mengembangkan strategi pengendalian risiko melalui integrasi Building Information Modelling (BIM) dan Internet of Things (IoT) dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Metode penelitian mencakup studi literatur, survei kuesioner, dan analisis deskriptif untuk menentukan tingkat risiko. Data diperoleh dari RQ1 dan RQ2 hasil penelitian sebelumnya, yang menemukan 73 variabel risiko pada tahap pelaksanaan proyek, terdiri dari 31 risiko kecil, 40 risiko sedang, dan 2 risiko besar. BIM digunakan untuk memodelkan risiko secara visual dalam lingkungan 3D, sementara IoT memungkinkan monitoring kondisi lapangan secara real-time. Integrasi teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas SMKK, meminimalkan kecelakaan kerja, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Data risiko diolah menggunakan analisis deskriptif dan dipetakan ke dalam BIM, sedangkan sensor IoT digunakan untuk pemantauan real-time terhadap variabel keselamatan seperti penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), kondisi peralatan, dan aktivitas pekerja.Kata kunci: BIM, IoT, SMKK, Manajemen Risiko, Gedung Bertingkat Tinggi ABSTRACTThe research aims to identify and analyze construction accident risks in high-rise building projects and to develop risk control strategies through the integration of Building Information Modelling (BIM) and the Internet of Things (IoT) in the implementation of Construction Safety Management Systems (CSMS). The research methods include literature review, questionnaire surveys, and descriptive analysis to determine the risk levels. Data is obtained from RQ1 and RQ2 of previous studies, which identified 73 risk variables in the project execution phase, consisting of 31 minor risks, 40 moderate risks, and 2 major risks. BIM is used to visually model risks in a 3D environment, while IoT enables real-time monitoring of field conditions. The integration of these technologies is expected to enhance the effectiveness of CSMS, minimize work accidents, and support data-driven decision-making. Risk data is processed using descriptive analysis and mapped into BIM, whereas IoT sensors are used for real-time monitoring of safety variables such as the use of Personal Protective Equipment (PPE), equipment conditions, and worker activities.Keywords: BIM, IoT, CSMS, Risk Management, High-Rise Building